Akhir Pahit Kisah Ronaldo di Piala Dunia: Trofi Tetap Menjadi Impian
- 07 Jul 2026 06:38 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Perjalanan Cristiano Ronaldo di panggung terbesar sepak bola dunia berakhir dengan cara yang paling menyakitkan. Portugal harus mengakhiri langkah di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah kalah tipis 0-1 dari Spanyol akibat gol dramatis Mikel Merino pada menit ke-90+1 di Dallas Stadium, Selasa 7 Juli 2026. Kekalahan itu sekaligus menutup penampilan terakhir Ronaldo di ajang Piala Dunia.
Sehari sebelum pertandingan, Ronaldo telah mengonfirmasi bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi yang terakhir dalam kariernya. Penyerang berusia 41 tahun itu mengaku datang tanpa penyesalan, tetapi tetap berharap laga melawan Spanyol bukan menjadi pertandingan terakhirnya bersama Portugal di turnamen tersebut.
| Baca juga: VAR Warnai Laga, Portugal Tekuk Kroasia 2-1 |
Harapan itu akhirnya pupus.
Dalam duel sesama negara Semenanjung Iberia, Ronaldo dipercaya tampil sebagai kapten dan memimpin lini depan Portugal. Ia sempat memperoleh peluang pada babak pertama, namun tembakannya masih mampu diamankan kiper Spanyol, Unai Simon. Di sisi lain, Diogo Costa berkali-kali menjaga asa Portugal melalui sejumlah penyelamatan gemilang.
Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu, Spanyol justru mencetak gol penentu. Ferran Torres mengirim umpan matang kepada Mikel Merino yang baru masuk dari bangku cadangan. Gelandang Arsenal itu menuntaskannya menjadi gol pada menit ke-90+1 untuk membawa La Roja menang 1-0 sekaligus melaju ke perempat final.
Peluit panjang dibunyikan, Ronaldo hanya bisa menatap lapangan dengan wajah kecewa. Tepuk tangan para suporter mengiringi langkah sang megabintang meninggalkan lapangan, menandai berakhirnya perjalanan seorang pemain yang telah tampil dalam enam edisi Piala Dunia—sebuah rekor tersendiri. Namun, satu mimpi terbesar tetap belum berhasil diwujudkan: mengangkat trofi Piala Dunia.
Selama lebih dari dua dekade membela Portugal, Ronaldo mengukir hampir semua pencapaian yang bisa diraih. Ia menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional, pemain dengan penampilan terbanyak, serta mempersembahkan tiga gelar bergengsi bagi negaranya, yakni Piala Eropa 2016 dan UEFA Nations League edisi 2019 serta 2025. Namun, Piala Dunia tetap menjadi satu-satunya trofi mayor yang tak pernah berhasil ia genggam.
Usai pertandingan, Ronaldo menegaskan ini adalah Piala Dunia terakhirnya. Meski demikian, ia belum memutuskan apakah akan langsung pensiun dari tim nasional Portugal. Menurutnya, keputusan tersebut akan dipikirkan dengan tenang setelah kekecewaan akibat tersingkir dari Piala Dunia mereda. Ia juga menyampaikan rasa bangganya terhadap perjuangan tim dan memberikan apresiasi kepada pelatih Roberto Martinez.
Bagi dunia sepak bola, tersingkirnya Portugal bukan sekadar berakhirnya langkah sebuah tim di Piala Dunia. Momen itu juga menjadi penutup kisah Cristiano Ronaldo di turnamen paling bergengsi dunia. Seorang legenda yang memenangkan hampir segalanya, tetapi harus menerima kenyataan bahwa trofi Piala Dunia tidak pernah menjadi bagian dari koleksi gemilangnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....