Kearifan Lokal Menurunkan Angka Kemiskinan, ini Konsepnya!

  • 11 Feb 2026 12:36 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Kearifan lokal dinilai memiliki potensi besar dalam menurunkan angka kemiskinan apabila dikelola secara terarah dan berkelanjutan. Hal tersebut mengemuka dalam program Dialog Tonga Oleo yang disiarkan langsung dari Studio RRI Pro 4 Kendari, Rabu 11 Pebruar 2026.

Hadir sebagai narasumber, Makmur, S.Pd., M.Pd., Kepala Dinas Perikanan Kota Kendari, serta Dr. H. Abdul Hakim, SE., MS., Pengamat Ekonomi sekaligus Kontak UMKM KADIN Sultra.

Dalam dialog tersebut, Makmur menegaskan bahwa sektor perikanan berbasis kearifan lokal memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Sumber ini dikutip dari Alodokter, “Kearifan lokal masyarakat pesisir kita, seperti sistem tangkap tradisional yang ramah lingkungan dan budaya gotong royong dalam pengelolaan hasil laut, merupakan modal sosial yang sangat kuat. Jika didukung dengan teknologi dan akses pasar yang baik, ini bisa menjadi instrumen efektif untuk mengurangi kemiskinan,” ujar Makmur.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Kendari terus mendorong penguatan kelompok nelayan melalui pelatihan, bantuan sarana prasarana, serta pengembangan produk olahan hasil perikanan berbasis potensi lokal.

Sementara itu, Dr. H. Abdul Hakim menilai bahwa kearifan lokal bukan hanya soal budaya, tetapi juga menyangkut sistem ekonomi masyarakat.

“Kearifan lokal adalah kekuatan ekonomi yang sering kali tidak kita sadari. UMKM berbasis budaya lokal, mulai dari olahan pangan tradisional hingga kerajinan khas daerah, memiliki daya saing jika dikelola dengan manajemen yang baik,” jelasnya.

Menurut Abdul Hakim, penguatan UMKM berbasis kearifan lokal harus dibarengi dengan pendampingan, akses permodalan, serta digitalisasi pemasaran agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Dalam diskusi tersebut juga ditegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama. Kearifan lokal tidak hanya dipertahankan sebagai identitas budaya, tetapi juga harus dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi produktif.

Program Dialog Tonga Oleo yang dipandu oleh penyiar RRI Pro 4 Kendari ini mendapat respons positif dari pendengar yang turut berpartisipasi melalui sambungan telepon interaktif.

Melalui dialog ini, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa penguatan potensi lokal bukan sekadar menjaga tradisi, tetapi juga menjadi strategi konkret dalam menekan angka kemiskinan di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....