Gagal Total di Rumah Sendiri, Sainz Merana Bersama Tim Williams
- 17 Sep 2026 13:35 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Harapan Carlos Sainz untuk mencetak hasil manis pada balapan kandang di sirkuit anyar Madrid harus berujung pada kekecewaan mendalam. Mengandalkan jet darat Williams FW48 sebelum mendapatkan paket pembaruan di seri Baku, Sainz dan rekan satu timnya, Alex Albon, sudah menemui jalan buntu sejak sesi Kualifikasi dengan hanya mampu mengamankan posisi start ke-16 dan ke-17. Penderitaan pebalap tuan rumah tersebut kian bertambah setelah ia dijatuhi hukuman penalti mundur tiga posisi grid akibat dianggap menghalangi laju Valtteri Bottas, yang memaksa Sainz harus memulai perlombaan dari urutan paling belakang di P20.

Mencoba tampil agresif sejak awal balapan demi memperbaiki posisi, keputusan spekulatif Sainz justru berbuah petaka di Tikungan 1. Kontak fisik dengan mobil Racing Bulls milik Yuki Tsunoda membuat komponen floor mobil Williams miliknya mengalami kerusakan serius. Kehilangan daya cengkeram aerodinamis atau downforce di bagian belakang membuat balapan Sainz berubah menjadi ajang bertahan hidup. Situasi kian memburuk saat ia terlibat benturan susulan di Tikungan 5 dengan Fernando Alonso. Akibat insiden tersebut, Alonso mengalami kerusakan sayap depan dan meluapkan kekesalannya melalui radio tim, yang kemudian direspon oleh steward berupa hukuman penalti waktu lima detik untuk Sainz.

Melihat performa mobil yang merosot hingga satu detik lebih lambat akibat kerusakan aerodinamis serta hukuman penalti yang membebani, manajemen Williams akhirnya mengambil keputusan untuk menghentikan mobil Sainz pada putaran ke-43. Kendati terpukul oleh hasil buruk di kampung halamannya sendiri, Sainz mengaku sangat tersanjung dan berterima kasih atas sambutan antusias yang diberikan oleh para penggemar di Madrid. Ia pun menaruh harapan besar agar pembaruan mobil Williams di musim mendatang mampu membawanya bersaing di papan atas, alih-alih hanya berkutat merebut posisi papan bawah di hadapan publiknya sendiri.

Di sisi lain, Alex Albon juga harus mengakhiri balapan dengan rasa frustrasi meskipun sanggup menyentuh garis finish di posisi yang lebih baik dari Sainz. Albon mengaku sangat kesulitan memaksimalkan potensi ban keras (hard) karena kurangnya daya cengkeram mekanis pada mobil FW48. Kondisi tersebut membuat temperatur ban cepat menurun dan kehilangan suhu ideal operasi, sehingga ia terus berada dalam tekanan dari pebalap Cadillac, Sergio Perez. Akhir pekan di Madrid pun menjadi catatan evaluasi besar bagi tim Williams sebelum menyongsong seri berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....