Apakah Hadjar Bisa Akhiri Kutukan Kursi Kedua di F1 Red Bull Tahun 2026 ?
- 18 Agt 2026 11:57 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Isack Hadjar menjadi salah satu pembalap yang paling menarik perhatian di Red Bull pada musim Formula 1 2026. Dalam satu dekade terakhir, kursi kedua di tim yang berbasis di Milton Keynes itu telah ditempati sejumlah pembalap, tetapi sebagian besar dari mereka kesulitan ketika harus berhadapan langsung dengan Max Verstappen. Hadjar menjadi nama terbaru yang mendapat kesempatan tersebut setelah dipromosikan pada awal musim 2026. Pembalap asal Prancis itu sebelumnya menunjukkan performa menjanjikan pada musim rookie bersama Racing Bulls dan kembali memperlihatkan potensi yang cukup kuat pada musim keduanya di Formula 1.

Pertanyaannya kemudian adalah seberapa dekat performa Hadjar dengan Verstappen jika dibandingkan dengan rekan-rekan setim Verstappen sebelumnya di Red Bull. Untuk menjawabnya, tim data Formula 1 membandingkan sejumlah statistik, termasuk selisih waktu kualifikasi dan perolehan poin antara kedua pembalap. Analisis tersebut menggunakan data sejak 2017, tahun ketika Verstappen menjalani musim penuh pertamanya bersama Red Bull. Agar perbandingan setiap sirkuit lebih adil, catatan waktu juga dinormalisasi ke putaran berdurasi 90 detik sehingga karakteristik lintasan dengan lap yang lebih panjang maupun lebih pendek tidak terlalu memengaruhi hasil.

Hasil perbandingan menunjukkan bahwa Hadjar merupakan pembalap yang paling dekat dengan Verstappen dalam sesi kualifikasi sejak Daniel Ricciardo. Rata-rata selisih waktu Hadjar terhadap Verstappen sejauh musim 2026 berjalan hanya sedikit di atas 0,1 detik. Angka tersebut menjadi catatan terbaik kedua setelah Ricciardo pada 2017, ketika pembalap Australia itu hanya tertinggal sekitar lima perseratus detik dari Verstappen secara rata-rata. Menariknya, performa Hadjar juga lebih baik dibandingkan Ricciardo pada musim 2018. Ketika itu, selisih rata-rata Ricciardo terhadap Verstappen meningkat hingga hampir 0,2 detik. Dibandingkan dengan pembalap lain yang mengisi kursi kedua Red Bull setelah Ricciardo, keunggulan Hadjar terlihat semakin jelas. Yuki Tsunoda mencatatkan selisih terbesar pada 2025 dengan rata-rata lebih dari 0,6 detik. Alex Albon pada 2020 dan Sergio Perez pada 2023 juga memiliki defisit lebih dari setengah detik terhadap Verstappen.

Pierre Gasly mengalami situasi yang tidak jauh berbeda ketika menjadi rekan setim Verstappen pada 2019. Pembalap yang kini memperkuat Alpine tersebut mencatatkan selisih rata-rata sekitar 0,5 detik, sama seperti Albon. Gasly hanya bertahan dalam 12 balapan bersama Red Bull sebelum diturunkan kembali ke tim yang saat itu masih bernama Toro Rosso, dengan Albon kemudian menggantikannya melalui pertukaran langsung.

Perbandingan juga dilakukan berdasarkan perolehan poin. Setelah 11 ronde musim 2026, Hadjar tertinggal 41 poin dari Verstappen. Angka tersebut kembali menempatkannya sebagai salah satu rekan setim yang paling dekat dengan pembalap Belanda tersebut pada titik yang sama dalam musim. Meskipun kompetisi 2026 masih panjang, statistik sementara ini menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok dibandingkan beberapa musim sebelumnya.

Defisit poin terbesar terjadi pada musim 2025 ketika Verstappen mengakhiri kejuaraan dengan keunggulan luar biasa, mencapai 421 poin atas Tsunoda. Pada 2023, Verstappen juga unggul sangat jauh dari Perez dengan selisih 575 poin. Namun, konteks musim tersebut perlu diperhatikan karena Perez tetap menjadi pesaing terdekat Verstappen dan mengakhiri kejuaraan di posisi kedua, sebuah gambaran mengenai dominasi Red Bull pada musim tersebut.

Dalam sejarah Verstappen bersama Red Bull, hanya satu rekan setim yang berhasil mengumpulkan lebih banyak poin darinya dalam satu musim. Prestasi tersebut dicatat Daniel Ricciardo pada 2017. Ricciardo mengakhiri musim dengan 200 poin, unggul 32 poin atas Verstappen yang mengumpulkan 168 poin. Setahun kemudian, situasinya berbalik. Verstappen berhasil mengungguli Ricciardo dan memiliki keunggulan 79 poin di akhir musim, yang hingga kini menjadi selisih terkecil Verstappen terhadap rekan setimnya dalam satu musim penuh setelah Ricciardo 2017.

Statistik tersebut membuat Hadjar berada dalam posisi yang cukup menarik. Dengan selisih 41 poin setelah 11 balapan, pembalap Prancis itu masih memiliki peluang untuk mencatatkan salah satu musim terbaik seorang rekan setim Verstappen jika mampu mempertahankan konsistensinya hingga akhir kejuaraan. Tantangannya tentu tidak mudah karena paruh kedua musim 2026 masih menyisakan banyak balapan dan Verstappen memiliki pengalaman serta kemampuan untuk memperlebar jarak.

Namun, dibandingkan dengan sejumlah nama yang pernah berada di sisi lain garasi Red Bull dalam beberapa tahun terakhir, performa Hadjar sejauh ini memberikan alasan bagi tim untuk optimistis. Kecepatan kualifikasinya yang relatif dekat dengan Verstappen dan defisit poin yang masih terkendali menunjukkan bahwa Hadjar mampu memberikan perlawanan yang lebih kuat dibandingkan sebagian besar rekan setim Verstappen sebelumnya. Apakah ia akhirnya mampu menutup musim dengan jarak poin yang bahkan lebih kecil daripada pencapaian Ricciardo masih harus menunggu perjalanan paruh kedua musim 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....