Racing Bulls Akui Perasaan Campur Aduk meski Sukses Raih Poin di GP Barcelona
- 23 Jun 2026 14:54 WIB
- Kendari
Poin Utama
- F1
- F1 2026
- F1 Racing Bulls
- Liam Lawson
- Arvid Lindblad
RRI.CO.ID, Kendari - Racing Bulls kembali menunjukkan tren positif setelah berhasil membawa kedua mobilnya finish di zona poin pada Grand Prix Barcelona-Catalunya 2026. Liam Lawson mengakhiri balapan di posisi kedelapan, sedangkan Arvid Lindblad menyusul tepat di belakangnya di urutan kesembilan. Hasil tersebut menjadi raihan double points kedua secara berturut-turut bagi tim Faenza, sekaligus menjaga peluang mereka memangkas selisih dengan Alpine dalam perebutan posisi kelima klasemen Konstruktor.

Meski demikian, Team Principal Alan Permane menilai hasil tersebut belum sepenuhnya memuaskan. Ia mengungkapkan bahwa performa Racing Bulls sepanjang akhir pekan sebenarnya memberikan harapan lebih besar, terutama setelah kedua mobil tampil kompetitif sejak sesi latihan bebas hingga kualifikasi. Namun ketika balapan berlangsung, Alpine justru mampu menunjukkan kecepatan yang lebih baik dan memanfaatkan situasi balapan secara lebih efektif.

Liam Lawson sempat berada di posisi yang menguntungkan pada fase awal lomba dengan mempertahankan tempat di dalam 10 besar sekaligus berada di depan Pierre Gasly. Namun strategi balapan berubah ketika Virtual Safety Car (VSC) muncul. Momen tersebut dimanfaatkan Alpine untuk memanggil Piere Gasly melakukan pit stop dengan kehilangan waktu yang sangat minim, sehingga pembalap Prancis itu berhasil kembali ke lintasan di depan Liam Lawson. Situasi Racing Bulls semakin rumit setelah Franco Colapinto juga sempat melompati Lawson dan Lindblad melalui strategi yang sama, meski penalti yang diterima pembalap Argentina itu pada akhirnya mengembalikan satu posisi bagi kedua pembalap Racing Bulls.

Alan Permane menilai hasil di Barcelona tetap memperlihatkan adanya kemajuan signifikan dibandingkan beberapa seri sebelumnya. Ia mengingatkan bahwa di Miami timnya tertinggal cukup jauh dari Alpine pada lintasan dengan karakteristik serupa, sementara di Barcelona selisih tersebut berhasil diperkecil secara nyata. Menurutnya, perkembangan itu menjadi bukti bahwa arah pengembangan mobil mulai menunjukkan hasil, meskipun masih ada pekerjaan besar yang harus diselesaikan agar mampu bersaing secara konsisten dengan rival utama di papan tengah.

Arvid Lindblad menjadi salah satu sorotan positif sepanjang akhir pekan. Pembalap muda tersebut tampil cepat pada seluruh sesi latihan bebas, tetapi peluang lolos ke Q3 sirna akibat gangguan sistem deployment tenaga pada putaran terakhir Q2. Meski harus memulai balapan dari posisi ke-11 (P11) dan menjalankan stint pertama paling panjang di antara seluruh pembalap, Lindblad tetap mampu bangkit dan mengamankan finish kesembilan (P9). Ia menilai kecepatan mobil selama dua stint terakhir sebenarnya sangat kompetitif, namun kehilangan waktu pada fase awal membuat peluang untuk meraih hasil yang lebih baik menjadi sulit diwujudkan.

Sementara itu Liam Lawson kembali menunjukkan konsistensi yang menjadi kekuatannya musim ini. Tambahan poin di Barcelona membuat pembalap Selandia Baru tersebut kini telah mencetak poin dalam lima dari tujuh Grand Prix serta satu Sprint Race sepanjang musim 2026. Walaupun demikian, ia mengakui performa tim pada hari balapan belum sesuai harapan. Menurut Liam Lawson, Racing Bulls datang ke Barcelona dengan keyakinan mampu tampil lebih kuat, tetapi kecepatan mobil saat balapan ternyata belum cukup untuk menghadapi tekanan dari para pesaing langsung. Selain itu, kemunculan Virtual Safety Car semakin memperumit strategi yang telah disusun tim.

Meski hasil akhir belum sepenuhnya memenuhi target, Racing Bulls tetap membawa pulang sejumlah catatan positif. Kecepatan mobil pada sesi latihan, peningkatan performa dibandingkan beberapa seri sebelumnya, serta keberhasilan meraih double points kembali menjadi modal penting menjelang Grand Prix Austria. Seri berikutnya itu memiliki makna khusus bagi Racing Bulls karena berlangsung di Red Bull Ring, yang selama ini dianggap sebagai balapan kandang bagi keluarga besar Red Bull. Dengan momentum yang terus membaik, Racing Bulls berharap dapat kembali mendekati Alpine dan memperketat persaingan di papan tengah klasemen Konstruktor Formula 1 musim 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....