Verstappen Sebut Red Bull Harus Bekerja Lebih Keras usai GP Barcelona 2026

  • 23 Jun 2026 10:07 WIB
  •  Kendari
Poin Utama
  • F1
  • F1 2026
  • F1 Red Bull
  • Max Verstappen
  • Isack Hadjar

RRI.CO.ID, Kendari - F1 GP Barcelona-Catalunya menjadi balapan yang cukup mengecewakan bagi Red Bull meski kedua pebalapnya berhasil finish di zona poin. Max Verstappen menyebut timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah setelah hanya mampu mengakhiri balapan di posisi keempat (P4), sementara Isack Hadjar sukses bangkit dari awal lomba yang buruk untuk membawa pulang posisi keenam (P6).


Performa RB22 sebenarnya sempat menjanjikan setelah sesi kualifikasi. Max Verstappen memulai balapan dari posisi kelima (P5), sedangkan Isack Hadjar tepat berada di belakangnya di urutan keenam (P6). Namun ketika balapan berlangsung, mobil Red Bull tidak mampu mempertahankan ritme yang dibutuhkan untuk menantang McLaren maupun Mercedes di barisan depan.


Max Verstappen mengungkapkan bahwa sepanjang balapan dirinya nyaris tidak terlibat duel berarti dengan peembalap lain. Ia lebih banyak mengendarai mobil sendirian sambil memantau pertarungan para rival melalui layar informasi di kokpit karena tidak memiliki kecepatan yang cukup untuk mendekat.


Menurut pembalap Belanda itu, kelemahan Red Bull terlihat pada seluruh kompon ban yang digunakan. Dalam setiap stint, ia terus kehilangan waktu dibandingkan para pesaing sehingga tidak mampu memberikan tekanan kepada rombongan terdepan. Meski demikian, Max Verstappen tetap memuji keputusan strategi tim yang dinilainya sudah tepat dan tidak menjadi penyebab utama hasil kurang maksimal tersebut.


Max Verstappen kini berharap Red Bull dapat segera meningkatkan performa mobil menjelang GP Austria. Ia menilai masih ada sejumlah aspek teknis yang harus diperbaiki, terutama terkait keseimbangan mobil dan kemampuan menjaga performa ban di lintasan dengan karakteristik beban tinggi.


Sementara itu, Isack Hadjar harus menghadapi tantangan berbeda. Start yang buruk membuatnya langsung kehilangan sejumlah posisi pada lap pembuka. Kendati demikian, pebalap muda Prancis tersebut mampu bangkit secara perlahan melalui sejumlah manuver menyalip hingga akhirnya berhasil mengamankan posisi keenam saat bendera finish dikibarkan.


Meski berhasil meminimalkan kerugian, Isack Hadjar mengaku belum puas. Ia menilai persoalan start telah menjadi kelemahan yang terus berulang bagi Red Bull sepanjang musim 2026. Karena itu, ia meminta tim segera menemukan solusi agar kehilangan posisi pada lap pertama tidak kembali terjadi di balapan-balapan berikutnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....