Mekies Sebut Red Bull Alami Kemajuan Besar pada F1 GP Miami 2026
- 11 Mei 2026 21:50 WIB
- Kendari
Poin Utama
- F1
- F1 2026
- F1 Red Bull
- Laurent Mekies
- F1 GP Miami
- Max Verstappen
- Isack Hadjar
RRI.CO.ID, Kendari - Performa Red Bull pada F1 GP Miami 2026 dinilai menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan dibanding tiga seri awal musim. Team Principal Laurent Mekies mengungkapkan bahwa paket upgrade terbaru RB22 mulai memberikan hasil positif, meski ia menegaskan timnya masih belum memiliki kecepatan yang cukup untuk benar-benar menantang kemenangan dari Mercedes maupun McLaren.

Setelah tampil kesulitan sejak awal musim dan bahkan sempat terseret ke pertarungan papan tengah bersama Alpine serta Haas, Red Bull akhirnya memperlihatkan tanda-tanda kebangkitan di Miami International Autodrome. Max Verstappen berhasil tampil kompetitif sejak sesi kualifikasi dengan mengamankan posisi start di barisan depan, sekaligus mencatat hasil terbaiknya sepanjang musim 2026 sejauh ini.

Laurent Mekies menjelaskan bahwa peningkatan tersebut terlihat jelas jika dibandingkan dengan performa Red Bull di seri-seri sebelumnya. Pada GP Jepang di Suzuka, Red Bull tertinggal lebih dari satu detik dari peraih pole position (P1), sementara di China selisih mereka masih mencapai sekitar satu detik penuh. Namun di Miami, gap itu berhasil diperkecil drastis hingga hanya sekitar dua persepuluh detik pada sesi kualifikasi utama.

Menurut Laurent Mekies, perkembangan itu menjadi indikasi kuat bahwa kerja keras tim di Milton Keynes mulai membuahkan hasil. Red Bull tidak hanya membawa upgrade besar ke Miami, tetapi juga berusaha menyelesaikan sejumlah masalah mendasar yang selama ini menghambat performa RB22. Ia mengingatkan bahwa seluruh tim rival juga terus melakukan pengembangan, sehingga Red Bull harus bekerja ekstra keras untuk mengejar ketertinggalan.

Meski Max Verstappen sempat terlihat mampu bersaing di barisan depan pada awal balapan, situasi berubah cepat hanya beberapa tikungan setelah start. Pembalap asal Belanda tersebut kehilangan kendali mobilnya di lap pertama hingga berputar dan turun ke posisi belakang. Insiden itu memaksanya menjalani balapan pemulihan sambil mencoba mengembalikan posisi yang hilang.

Strategi balapan Red Bull kemudian berubah total saat Safety Car keluar setelah insiden yang melibatkan Isack Hadjar dan Pierre Gasly. Tim memutuskan membawa Max Verstappen masuk pit lebih awal untuk mengganti ban medium ke hard compound. Strategi alternatif itu sempat membuat Max Verstappen naik ke posisi depan karena rival-rivalnya belum melakukan pit stop.


Namun keuntungan tersebut tidak bertahan lama. Dengan stint ban hard yang terlalu panjang, Max Verstappen mulai kehilangan performa menjelang akhir lomba. Ia kesulitan menjaga daya tahan ban hingga akhirnya tidak mampu melawan kecepatan Oscar Piastri maupun George Russell. Walaupun demikian, Max Verstappen masih berhasil menyelamatkan hasil finish kelima (P5) setelah Charles Leclerc mengalami masalah pada lap terakhir.

Laurent Mekies menilai secara keseluruhan pace balap Red Bull di Miami sudah jauh lebih baik dibanding seri-seri sebelumnya. Ia merasa tim kini setidaknya mulai memiliki kemampuan untuk bersaing di kelompok perebutan posisi podium belakang, sesuatu yang sebelumnya belum mampu mereka lakukan musim ini.

Meski puas dengan peningkatan tersebut, Laurent Mekies menegaskan Red Bull belum sepenuhnya menyelesaikan seluruh masalah mobil mereka. Ia menyebut masih ada banyak performa yang bisa diekstrak dari RB22, terutama dalam hal keseimbangan mobil dan konsistensi race pace. Selain itu, ia sadar rival-rival utama seperti Mercedes, Ferrari, dan McLaren juga akan terus membawa upgrade baru pada balapan berikutnya.

Sementara Max Verstappen mampu bangkit dari insiden awal lomba, rekan setimnya Isack Hadjar justru menjalani akhir pekan yang sangat sulit. Pembalap muda asal Prancis itu gagal menunjukkan performa seperti pada tiga seri pertama musim ini. Setelah beberapa kali tertinggal cukup jauh dari Max Verstappen sepanjang akhir pekan, Isack Hadjar akhirnya mengalami kecelakaan ketika menyentuh dinding pembatas yang menyebabkan suspensi depan mobilnya rusak.

Frustrasi Isack Hadjar terlihat jelas setelah insiden tersebut. Ia memukul kemudi dan mengangkat tangan dengan kesal saat keluar dari mobil. Namun Laurent Mekies membela pembalap mudanya itu dan menilai hasil buruk di Miami tidak sepenuhnya berasal dari kesalahan sang driver.

Menurut Laurent Mekies, Red Bull sebenarnya mengalami beberapa kendala teknis sepanjang akhir pekan yang turut memengaruhi performa Isack Hadjar. Salah satu masalah terbesar adalah kurangnya kecepatan mobil di lintasan lurus, sesuatu yang membuat pembalap muda itu sulit bersaing di area tertentu sirkuit Miami.

Ia juga mengungkapkan bahwa tim sempat membuat kesalahan terkait legalitas mobil yang menyebabkan Isack Hadjar harus memulai balapan dari posisi belakang. Karena itu, Laurent Mekies merasa akhir pekan Miami bukan gambaran sesungguhnya dari kemampuan pembalap Prancis tersebut.

Walaupun hasil akhirnya mengecewakan, Laurent Mekies tetap optimistis terhadap perkembangan Isack Hadjar. Ia percaya pembalap muda itu perlahan mulai menemukan ritme membalap yang lebih baik dan sebenarnya memiliki potensi tampil kompetitif jika menjalani akhir pekan yang lebih bersih tanpa gangguan teknis maupun kesalahan strategi dari tim.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....