5 Pertanyaan Besar jelang F1 Kembali di Miami: Mercedes, McLaren hingga ke Red Bull

  • 29 Apr 2026 13:39 WIB
  •  Kendari
Poin Utama
  • F1
  • F1 2026
  • F1 GP Miami

RRI.CO.ID, Kendari - Setelah jeda tak terduga selama lima pekan yang dimanfaatkan untuk mengutak-atik mobil Formula 1 2026 mereka, 11 tim Formula 1 kini bersiap kembali ke ritme balap saat musim berlanjut di Grand Prix Miami. Jeda panjang itu memberi waktu berharga bagi seluruh tim untuk mengevaluasi kekuatan, menyiapkan upgrade, dan merancang arah baru menghadapi fase berikut musim. Menjelang putaran keempat ini, ada sejumlah pertanyaan besar yang akan mulai terjawab di Miami.

1. Apakah Mercedes Masih Akan Memimpin — dan Bisakah Russell Membalas Antonelli?


Mercedes datang ke Miami sebagai patokan performa. Mereka memenangi tiga balapan pertama musim ini, memimpin klasemen pembalap dan konstruktor, serta memasuki jeda dengan kepercayaan diri tinggi. Namun bukan berarti mereka berhenti berkembang. Seperti rival-rivalnya, Mercedes menggunakan waktu tambahan di basis Brackley untuk menyempurnakan sasis yang sudah impresif serta menyiapkan paket pengembangan baru.


Mereka dominan di setiap sesi kualifikasi musim ini. Tetapi di Jepang mulai muncul tanda-tanda ancaman. Oscar Piastri nyaris mematahkan rekor kemenangan sempurna Mercedes, menandakan jarak mulai menipis. Reliabilitas juga masih perlu dipertajam.


Secara teori Mercedes tetap favorit di Miami. Namun McLaren, Ferrari, dan rival lain diyakini datang lebih dekat. Di sisi pembalap, perhatian besar tertuju pada duel internal George Russell dan Kimi Antonelli. George Russell sempat terlihat sangat nyaman saat pramusim dan mendominasi Australia, tetapi dua seri berikutnya terganggu sejumlah masalah.



Kimi Antonelli justru memanfaatkannya. Ia menang di China—menjadi pemenang Grand Prix termuda kedua—lalu menang lagi di Jepang dan menjadi pemimpin klasemen termuda sepanjang sejarah Formula 1. George Russell tetap tenang, tetapi duel keduanya mulai berkembang menjadi salah satu cerita utama musim ini.

2. Seberapa Kompetitif “Mobil Baru Total” McLaren?


McLaren memulai 2026 kurang meyakinkan. Namun itu tak terlalu mengejutkan setelah energi mereka terkuras hingga seri terakhir 2025 demi meraih dua gelar dunia. Australia berjalan sulit. China bahkan lebih buruk karena dua mobil gagal start. Namun Jepang memberi sinyal kebangkitan.


Oscar Piastri bertarung untuk kemenangan sebelum finish kedua (P2), memberi podium pertama musim ini untuk McLaren. Kini perhatian mengarah pada paket besar yang akan datang.


Team Principal Andrea Stella mengonfirmasi McLaren akan membawa “mobil yang sepenuhnya baru” untuk Miami dan Kanada. Jika laju pengembangan McLaren sejak 2023 menjadi acuan—di mana hampir setiap upgrade memberi lonjakan nyata—maka rival patut waspada.


Itulah sebabnya Lando Norris dan Oscar Piastri belum menyerah dalam perebutan kemenangan maupun gelar. Mereka tahu Mercedes sulit dikalahkan. Tapi mereka juga percaya belum keluar dari pertarungan.

3. Bisakah Ferrari Memberi Hamilton dan Leclerc Mobil Pemenang?


Suasana di Maranello jauh lebih positif musim ini. Keputusan Fred Vasseur menghentikan pengembangan mobil 2025 lebih awal demi fokus penuh ke regulasi baru 2026 tampak mulai membuahkan hasil. Ferrari berada di tiga besar.


Charles Leclerc meraih dua podium dari tiga balapan. Dan Lewis Hamilton tampak menikmati balapan lagi untuk pertama kalinya sejak 2021. Ferrari juga menghadirkan beberapa inovasi menarik, termasuk rear wing inovatif mereka.


Namun satu hal belum ada: kemenangan. Karena itu, upgrade Miami akan mendapat sorotan besar. Bisakah paket itu membawa Ferrari cukup dekat ke Mercedes—dan cukup kuat menahan ancaman McLaren? Miami mungkin memberi jawaban.

4. Mampukah Red Bull Keluar dari Midfield?


Inilah salah satu cerita paling mengejutkan 2026. Red Bull—tim dominan era sebelumnya—kini justru bertarung di papan tengah. Keputusan terus mengembangkan mobil 2025 demi mengejar gelar musim lalu membuat mereka tertinggal di awal era regulasi baru. Mesin baru Red Bull-Ford justru tampil menjanjikan. Masalah utamanya ada di sasis. RB22 dinilai kurang berkembang dan sulit dikendarai.


Max Verstappen dan Isack Hadjar kesulitan menemukan balance ideal. Akibatnya, Red Bull kini hanya posisi keenam klasemen konstruktor dengan 16 poin, tertinggal 119 angka dari Mercedes dan hanya dua poin di depan Racing Bulls.


Masih ada 19 Grand Prix tersisa. Dan Red Bull pernah bangkit dari start lambat pada 2022. Namun tugas kali ini jelas berat.

5. Bisakah Aston Martin dan Williams Bangkit?



Jika Red Bull kesulitan, situasi Williams dan Aston Martin bahkan lebih berat. Williams tertinggal sejak gagal mengikuti Barcelona shakedown akibat keterlambatan produksi. Sejak itu mereka terus mengejar. Jeda lima pekan dimanfaatkan untuk mengurangi bobot mobil yang overweight dan menyiapkan upgrade besar pertama musim ini. Harapan internal masih ada untuk masuk pertarungan midfield.


Sementara Aston Martin bersama Honda menjalani awal kemitraan yang sulit. Masalah reliabilitas terus muncul. Namun ada tanda kemajuan. Honda disebut mulai menemukan solusi. Dan pimpinan teknis Adrian Newey meyakini sasis juga masih punya ruang pengembangan besar.


Kedua tim kini menggantungkan banyak harapan pada paket revisi Miami. Masalahnya, semua rival juga berkembang. Jadi bukan hanya harus maju— mereka harus maju lebih besar dari yang lain.

Miami Bisa Menjawab Banyak Hal


Babak keempat ini terasa seperti lebih dari sekadar balapan. Ia bisa mulai menjawab pertanyaan besar musim 2026:

  • Apakah Mercedes tetap dominan?

  • Bisakah Antonelli mempertahankan momentum?

  • Apakah McLaren benar-benar bangkit?

  • Mampukah Ferrari mulai menang?

  • Bisakah Red Bull keluar dari krisis?

  • Dan apakah Aston Martin serta Williams punya jalan kembali?

Miami mungkin belum menentukan gelar. Tapi bisa menentukan arah musim.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....