Tsunoda Dapat Apresiasi Red Bull Usai GP Meksiko
- 30 Okt 2025 20:25 WIB
- Kendari
KBRN, Kendari : Biasanya, posisi finish ke-11 (P11) jarang mendapat perhatian di Formula 1, terlebih bagi pembalap tim besar. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Yuki Tsunoda. Meskipun gagal meraih poin di F1 GP Meksiko, penampilannya tetap mendapat pujian tinggi dari prinsipal Red Bull, Laurent Mekies, yang mengaku puas dengan performa pembalap asal Jepang tersebut.
Yuki Tsunoda memang menghadapi musim yang berat. Sebagai rekan setim juara dunia empat kali Max Verstappen, ia sering kali kesulitan untuk menyamai kecepatan sang bintang utama. Dari 18 balapan yang telah dilalui, Yuki Tsunoda baru mengumpulkan 25 poin, jauh di bawah 285 poin milik Verstappen, serta tertinggal 21-0 dalam duel kualifikasi sepanjang musim.
Namun, di Autódromo Hermanos Rodríguez, Yuki Tsunoda menunjukkan peningkatan signifikan. Walau gagal menembus sesi Q3 untuk ke-15 kalinya musim ini, selisih waktunya dengan Max Verstappen hanya 0,211 detik di sesi Q2 — catatan terbaik keduanya sejauh ini.
Saat balapan dimulai, Yuki Tsunoda sempat melesat dari posisi 10 ke 8 pada lap pertama. Sayangnya, strategi pit yang terlambat di lap 36 membuatnya kehilangan posisi saat Oscar Piastri, Kimi Antonelli, George Russell, dan Lewis Hamilton menyalip dengan ban baru.
Lebih buruk lagi, saat masuk pit, pergantian bannya berlangsung lambat dan membuatnya kehilangan sekitar sembilan detik — cukup untuk menghalangi peluangnya masuk zona poin, mengingat ia finis hanya 3,6 detik di belakang Esteban Ocon di posisi sembilan. “Seharusnya itu poin yang mudah,” ujar Tsunoda kepada Sky Sports F1. “Sayangnya, pitstop berjalan buruk. Tapi bukan hanya itu, ada beberapa hal lain yang tidak bisa saya hindari. Rasanya sangat frustrasi karena sebagian besar di luar kendali saya. Namun untuk hal-hal yang bisa saya kendalikan, saya rasa saya sudah memaksimalkannya.”
Meski gagal meraih hasil maksimal, Laurent Mekies menilai performa Yuki Tsunoda di Meksiko cukup positif. “Dia sangat dekat dengan Max, hanya dua persepuluh di Q2,” ujarnya. “Di stint pertama juga sangat kuat — hanya terpaut dua atau tiga persepuluh dari Max dengan ban medium. Kami menahannya sedikit lebih lama karena strategi kami, tapi pitstop yang lambat itu membuat kami kehilangan beberapa poin berharga.”
Laurent Mekies menambahkan bahwa evaluasi performa Yuki Tsunoda masih terus berjalan. “Kami tidak terburu-buru mengambil keputusan soal line-up pembalap. Yuki menunjukkan kemajuan, begitu juga pembalap lain. Kami ingin memberi waktu sebanyak mungkin sebelum memutuskan siapa yang akan mengisi kursi musim depan.”
Red Bull sejatinya berencana mengumumkan susunan pembalap utama dan Racing Bulls pada periode ini, namun ada dua kendala besar. Pertama, tim masih kesulitan menemukan sosok yang mampu menandingi Verstappen — setelah Pierre Gasly, Alex Albon, Sergio Perez, Liam Lawson, dan Yuki Tsunoda semuanya gagal mendekati performa dominan sang juara dunia. Isack Hadjar kini disebut-sebut sebagai kandidat terkuat setelah tampil impresif bersama Racing Bulls.
Kedua, Red Bull juga ingin memberikan kesempatan kepada talenta muda mereka, Arvid Lindblad, yang saat ini berada di posisi ketujuh klasemen Formula 2. Namun belum jelas siapa antara Liam Lawson dan Yuki Tsunoda yang akan digantikan. Avrid Lindblad sendiri tampil menjanjikan ketika mengemudikan RB21 milik Max Verstappen dalam sesi latihan bebas pertama (FP1) di Meksiko. Ia menjadi rookie tercepat, unggul tujuh persepuluh detik dari pesaingnya, bahkan sedikit lebih cepat dari Yuki Tsunoda — meski sesi tersebut bukan ajang kompetitif penuh.
"Saya pikir dia melakukan pekerjaan luar biasa,” kata Mekies. “FP1 bukan sesi mudah bagi pembalap muda. Ban terbatas, waktu di lintasan sedikit, tapi dia tetap tenang, memberikan umpan balik yang akurat, tidak membuat kesalahan, dan tidak merusak mobil. Kami benar-benar terkesan dengan kedewasaannya.” Red Bull, lanjut Laurent Mekies, akan terus memantau performa semua pembalapnya hingga akhir tahun sebelum mengumumkan keputusan resmi. “Kami paham semua orang menunggu keputusan itu, tapi kami tidak akan terburu-buru. Kami ingin memastikan setiap pembalap mendapat kesempatan yang adil untuk membuktikan siapa yang paling pantas tetap bersama tim.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....