F1 GP Meksiko: Norris Bangkit, Kini Pimpin Klasemen
- 28 Okt 2025 23:02 WIB
- Kendari
KBRN, Kendari : Balapan penuh drama tersaji di Autódromo Hermanos Rodríguez pada Senin kemarin (27/10/2025) pukul 04.00 WITA. Lando Norris tampil dominan dan berhasil memenangkan Formula 1 Grand Prix Meksiko 2025 dengan keunggulan yang sangat meyakinkan. Pembalap McLaren tersebut menyentuh garis finish dengan selisih waktu 39 detik dari Charles Leclerc di posisi kedua (P2), dan 41 detik dari Max Verstappen yang finish posisi ketiga (P3)
Kemenangan ini sekaligus menempatkan Lando Norris di puncak klasemen sementara dengan total 357 poin, unggul 1 poin saja dari rekan setimnya Oscar Piastri (356 poin), serta unggul 36 poin dari Max Verstappen (321 poin) yang masih berjuang mempertahankan peluang merebut gelar dunia kelimanya.
START PENUH KEKACAUAN : HAMILTON HAMPIR SENGGOL VERSTAPPEN
Sejak lampu start padam, aksi sengit langsung terjadi antara Lando Norris, Charles Leclerc, Lewis Hamilton, dan Max Verstappen.
Lewis Hamilton yang mencoba menekan dari sisi kiri hampir menyenggol Max Verstappen, memaksa pembalap asal Belanda itu keluar dari lintasan demi menghindari tabrakan. Max Verstappen sempat kehilangan kecepatan, namun dengan cepat kembali ke lintasan tanpa mendapat penalti. Situasi awal yang kacau itu membuat keempat pembalap saling bertukar posisi secara intens di tiga tikungan pertama.
LAP 6 : SENGGOLAN ANTARA VERSTAPPEN DAN HAMILTON
Puncak ketegangan datang di lap ke-6. Di tengah perebutan posisi ketiga, Max Verstappen dan Lewis Hamilton kembali bersenggolan di zona pengereman menuju tikungan kelima.
Kontak kecil itu membuat Verstappen kembali keluar lintasan, namun dengan cepat ia memotong jalur dan kembali ke trek di depan Hamilton.
FIA sempat meninjau insiden tersebut, namun kali ini tidak menjatuhkan penalti kepada Max Verstappen karena dianggap tidak mendapatkan keuntungan signifikan.
Sebaliknya, Lewis Hamilton-lah yang dinilai melanggar batas lintasan terlalu jauh saat mencoba menyalip balik di tikungan lima. Akibatnya, pembalap Ferrari itu dijatuhi penalti waktu 10 detik karena memotong jalur kembali ke lintasan secara tidak aman. Momen itu menjadi titik balik awal yang memengaruhi sisa balapan Lewis Hamilton, yang sejak saat itu kehilangan ritme dan harus menanggung konsekuensi strategi pit yang lebih panjang.
PERTARUNGAN TENGAH : TSUNODA VS SEMUANYA
Di lini tengah, pertarungan juga tak kalah seru. Yuki Tsunoda sempat bertahan di posisi delapan (P8), dimana ia bertahan dari Oscar Piasttri, Duo Haas Team (Oliver Bearman dan Esteban Ocon), dan Duo Mercedes (George Russell dan Kimi Antonelli). Yuki Tsunoda sempat tampil solid di posisi delapan (P8), mempertahankan diri dari tekanan Oscar Piastri yang berada di belakangnya (P9), namun di lap ke-11, Oscar Piastri berhasil menyalip Yuki Tsunoda di akhir lintasan lurus utama menggunakan mode DRS.
Esteban Ocon yang berada di belakang Yuki Tsunoda juga mencoba memanfaatkan momentum untuk menyalip, namun pembalap Jepang itu tampil disiplin dalam menjaga racing line.
Keadaan semakin menarik ketika di pertengahan lomba, beberapa pembalap di depan masuk pit — termasuk duo Haas, duo Mercedes, dan beberapa nama besar — membuat Yuki Tsunoda naik sementara ke posisi empat (P4) tepat di belakang Max Verstappen (P3).


Sayangnya, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Di lap ke-32, Oliver Bearman (Haas) menyalip Yuki Tsunoda dengan agresif namun bersih, diikuti Duo Mercedes dari Kimi Antonelli, George Russell, dan Oscar Piastri, ini membuat Yuki Tsunoda di overtake secara berturut-turut dalam 1 waktu atau 1 lap yang membuatnya turun kembali ke posisi delapan (P8).
STRATEGI PIT: NORRIS TAK TERSENTUH, LECLERC DAN VERSTAPPEN SALING MENGEJAR
Fase pit stop menjadi momen penting bagi seluruh tim. Lewis Hamilton menjadi yang pertama masuk pit di lap ke-24, mengganti ban ke Medium sekaligus menjalani penalti 10 detiknya. Strategi ini membuatnya terlempar dari 5 besar.
Charles Leclerc kemudian masuk pit di lap ke-32, juga mengganti ke ban Medium, dan sempat kehilangan posisi kedua dari Max Verstappen yang belum melakukan pit stop. Namun Charles Leclerc tetap tenang dan fokus menjaga ritme karena mengetahui Max Verstappen pasti akan berhenti beberapa lap kemudian.
Benar saja, Max Verstappen masuk pit di lap ke-38 untuk mengganti ke ban Medium. Ia sempat turun ke posisi delapan (P8), namun seperti biasa, Verstappen dengan cepat menyalip satu per satu pebalap di depannya. Ia melewati Hamilton untuk posisi tujuh, lalu mendekati duo Mercedes di depan.
Di sisi lain, Lando Norris baru masuk pit di lap ke-35 dengan keunggulan 29 detik atas Max Verstappen. Saat keluar dari pit, Lando Norris tetap aman di posisi pertama (P1). McLaren memainkan strategi sempurna, dengan pit stop cepat dan ritme konstan Lando Norris di lintasan. Dari titik itu, kemenangan Lando Norris sudah hampir pasti berada di genggamannya.
LAP 41-48 : STRATEGI TEAM ORDER MERCEDES DAN PERTAHANAN KUAT BEARMAN
Tim Mercedes sempat membuat keputusan taktis di lap ke-41, ketika Kimi Antonelli (P4) diminta memberi jalan kepada George Russell (P5) untuk mencoba menekan Oliver Bearman (Haas) di depan mereka. Kimi Antonelli mematuhi instruksi tim, dan George Russell pun mencoba segala cara untuk menyalip Oliver Bearman.
Namun Oliver Bearman tampil luar biasa. Pembalap muda Inggris itu mampu menahan tekanan dari dua mobil Mercedes selama hampir 20 lap, menunjukkan performa pertahanan yang luar biasa matang untuk pembalap rookie. Bahkan setelah masuk pit dan keluar lagi, Oliver Bearman tetap berhasil menjaga posisinya di depan keduanya.
Sementara itu, Oscar Piastri mulai menemukan ritmenya. Ia menyalip Kimi Antonelli di lap ke-54, naik ke posisi enam (P6), lalu berhasil melewati George Russell di lap ke-60 untuk naik ke posisi lima (P5). Duel sengit Oscar Piastri dengan dua mobil Mercedes menjadi salah satu momen paling menarik dari paruh kedua lomba.
Begitupun juga duel sengit memperebutkan posisi keempat (P4) antara Oscar Piastri dan Oliver Bearman di lap ke 48 hingga akhir lap. Dan untuk kesekian kalinya, ia menunjukkan kemampuannya dalam bertahan overtake dari Oscar Piastri yang terbilang sangat gesit. Ini juga menjadi salah satu momen paling menarik antara Mclaren dan Haas Team yang dimana kedua drivernya terbilang masih sangat muda dan memiliki skill yang sama. Namun pada akhirnya, Oliver Bearman masih tetap berhasil menjaga posisinya hingga finish.
Di lap ke-67, Mercedes kembali mengatur strategi. Kali ini giliran Kimi Antonelli yang diminta menyalip balik atau bertukar posisi dengan George Russell untuk menutup lomba dengan urutan Kimi Antonelli di posisi enam (P6) dan George Russell di posisi tujuh (P7) hingga finish.
LAP AKHIR: DUEL VERSTAPPEN VS LECLERC TERGANGGU VIRTUAL SAFETY CAR
Menjelang akhir lomba, suasana semakin menegangkan di depan. Charles Leclerc dan Max Verstappen kembali berduel memperebutkan posisi kedua (P2). Verstappen menempel ketat Charles Leclerc dengan jarak hanya 0,26 detik di lap ke-70.
Di awal lap ke-70, Max Verstappen mencoba melakukan manuver di zona DRS menuju tikungan pertama, namun upaya itu tertunda akibat insiden kecelakaan ringan dari Carlos Sainz Jr. 
FIA langsung mengibarkan Yellow Flag dan mengeluarkan Virtual Safety Car (VSC) menjelang akhir lap, yang pada akhirnya membuat aksi overtake antara Max Verstappen dan Charles Leclerc terhenti karena dilarangnya saling overtake saat mobil Virtual Safety Car keluar sampai selesai atau zona yang terdampak kecelakaan selesai di bersihkan, namun selesainya mobil ini keluar hingga di akhir finish atau selesainya balapan.
Situasi ini menghentikan peluang Max Verstappen untuk menyerang Charles Leclerc di lap terakhir karena aturan VSC melarang aksi overtake. Sehingga kondisi ini membuat Charles Leclerc berhasil mempertahankan posisinya yaitu posisi kedua (P2), sementara Max Verstappen harus puas di posisinya yaitu posisi ketiga (P3). Sementara di depan, Lando Norris melaju tanpa ancaman dan melewati garis finish menjadi juara yaitu posisi pertama (P1) dengan selisih waktu yang luar biasa — 39 detik dari Charles Leclerc dan 41 detik dari Max Verstappen.
OlLIVER BEARMAN CURI PERHATIAN DENGAN FINISH P4
Sorotan besar juga datang dari Oliver Bearman, pembalap muda Haas Racing Team yang berhasil mencuri perhatian besar lewat performa luar biasanya. Oliver Bearman tampil tenang dan konsisten sepanjang balapan, menjaga pace impresif yang membuatnya mampu bertahan di posisi empat (P4) hingga akhir lomba. Ia sukses menahan tekanan dari Duo Mercedes, yaitu George Russell dan Kimi Antonelli, serta Oscar Piastri dari McLaren.
Pencapaian ini bukan hanya menjadi hasil terbaik bagi Oliver Bearman sepanjang kariernya di Formula 1, tetapi juga mencatatkan poin besar pertamanya sebagai pembalap dari Haas Racing Team di musim 2025 — yaitu 12 poin penuh. Prestasi ini sekaligus menjadikan Oliver Bearman sebagai pembalap Haas pertama musim ini yang mampu finish di posisi lima besar dan "Driver of The Day", sebuah hasil yang memberikan semangat baru bagi tim asal Amerika Serikat tersebut yang tengah berjuang meningkatkan performa mobil VF-25.
KLASIFIKASI DAN DAMPAK BAGI KEJUARAAN
Dengan hasil GP Meksiko 2025 ini, Lando Norris akhirnya naik ke puncak klasemen dan menggeser posisi Oscar Piastri, yang dimana posisinya sebagai klasemen sementara untuk kejuaraan dunia dengan selisih sangat tipis dari Oscar Piastri yaitu 1 poin. Hal ini dikarenakan Lando Norris mendapat 25 poin yang membuatnya naik ke urutan pertama dengan perolehan poin yaitu 357 poin, kemudian disusul Oscar Piastri dengan perolehan poin yaitu 356 poin di klaasemen urutan kedua . Sementara itu, Max Verstappen masih menetap di klasemen urutan ketiga dengan perolehan poin yaitu 321 poin selisih 36 poin dari Lando Norris.
GP Meksiko pun menegaskan dominasi McLaren di paruh kedua musim masih kompetitif. Kemenangan telak Lando Norris dengan gap hampir 40 detik menjadi salah satu kemenangan paling bersejarah di musim 2025, menegaskan statusnya sebagai penantang serius dalam perebutan gelar juara dunia.
MENUJU SAO PAULO: DUA PAPAYA VS SATU RAKSASA
Dengan empat seri tersisa, perebutan gelar dunia 2025 semakin memanas. McLaren kini berada di posisi terkuat dengan duet Lando Norris dan Oscar Piastri hanya terpaut 1 poin, sementara Max Verstappen masih mengintai dengan determinasi khasnya. Apakah Duo McLaren mampu mempertahankan dominasi ganda mereka hingga akhir musim? Ataukah Max Verstappen akan menciptakan plot twist besar dengan merebut gelar juara dunia kelima di akhir tahun?Jawabannya akan mulai terungkap di GP Sao Paulo, Brasil, yang digelar pada 7–10 November 2025 mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....