Verstappen Nilai Posisi Dua Sudah Maksimal di Singapura
- 06 Okt 2025 20:41 WIB
- Kendari
KBRN, Kendari: Max Verstappen mengaku merasakan campuran rasa puas dan frustrasi usai finish di posisi kedua (P2) pada Grand Prix Singapura 2025, Minggu (05/10/2025) malam.
Meskipun berhasil membawa pulang podium dengan posisi kedua (P2) dan memperkuat posisinya di klasemen pembalap, sang juara dunia empat kali itu menilai balapan kali ini sebagai salah satu yang paling sulit musim ini, karena berbagai masalah teknis yang membuat mobil Red Bull-nya sulit dikendalikan sepanjang 62 lap di Marina Bay Street Circuit.
Red Bull datang ke Singapura dengan harapan besar setelah dua kemenangan beruntun Max Verstappen di lintasan berkarakter low-downforce, yakni di Monza dan Baku. Namun, di sirkuit jalan raya berkarakter high-downforce seperti Marina Bay, tantangannya jauh berbeda. Meski Max Verstappen tetap mampu mempertahankan performa kompetitif dengan start dari posisi kedua dan finis di posisi yang sama, ia mengaku harus bekerja keras di balik kemudi.
"Balapan ini lebih sulit dari yang saya harapkan, jujur saja,” ujar Verstappen setelah lomba. “Entah kenapa, mobil terasa sangat bermasalah saat downshift dan upshift. Itu membuat mobil sering terdorong ke depan saat pengereman — dan di sirkuit jalan raya seperti ini, itu sangat berisiko.”
Selama balapan, Max Verstappen beberapa kali terdengar lewat radio tim mengeluhkan transmisi mobilnya. Ia bahkan sempat hampir menabrak dinding di Tikungan 14 setelah mengalami lock-up dan kehilangan kendali sesaat. “Mobil tidak berada di kondisi yang saya inginkan. Kami membuat beberapa keputusan setelan (setup) yang ternyata tidak berjalan baik sepanjang akhir pekan. Kami juga tidak sempat melakukan simulasi long run saat latihan bebas, dan itu cukup berpengaruh,” jelasnya.
Kendati begitu, Max Verstappen tidak menyesali hasil akhirnya. Menurutnya, meskipun mobil berada dalam kondisi sempurna sekalipun, posisi kedua (P2) sudah merupakan hasil maksimal di Singapura karena sulitnya menyalip di lintasan sempit Marina Bay.
“Bahkan jika keseimbangan mobil sempurna, saya rasa posisi dua tetap hasil terbaik. Anda bisa lihat, Lando (Norris) di belakang saya selama lebih dari satu jam, dan dia jelas lebih cepat — tapi di sini, mustahil menyalip,” ujarnya.
Max Verstappen juga menjelaskan alasan Red Bull memilih strategi berbeda di awal balapan, dengan menggunakan ban soft, sementara sebagian besar pembalap di depan memilih ban medium. “Kami tahu sisi kiri grid sangat kotor dari sisa karet dan debu, jadi kami ambil risiko dengan ban soft. Tujuannya agar bisa menjaga posisi di awal dan bertahan cukup lama di stint pertama. Itu keputusan strategis yang tepat,” kata Verstappen.
Meskipun hasil ini memperpanjang tren positif Red Bull setelah hasil buruk di pertengahan musim, Max Verstappen tetap berhati-hati dalam menilai performa tim. “Kami memang lebih kompetitif di sini dibanding tahun lalu, tapi Singapura jelas bukan trek yang cocok untuk mobil kami. Mungkin beberapa sirkuit berikutnya akan lebih berpihak pada kami — jadi kami akan melihatnya dari satu balapan ke balapan berikutnya,” tambahnya.
Dengan tambahan 18 poin dari finish di posisi kedua (P2) ini, Max Verstappen kini hanya terpaut 41 poin dari Lando Norris (McLaren) dan 63 poin dari pemuncak klasemen Oscar Piastri. Meskipun jarak masih cukup lebar, hasil ini menunjukkan bahwa Red Bull kembali ke jalur yang benar setelah sempat kesulitan menghadapi dominasi McLaren di paruh pertama musim.
Balapan di Marina Bay menjadi gambaran kontras antara kegigihan dan ketidaknyamanan. Verstappen berhasil bertahan dari tekanan Norris sepanjang lomba, sekaligus membuktikan bahwa mentalitas juara tetap menjadi kekuatan terbesarnya — bahkan ketika mobilnya tak dalam kondisi ideal. “Hari ini bukan tentang kecepatan murni, tapi tentang bertahan dan membawa mobil pulang. Dan itulah yang kami lakukan,” tutup Verstappen dengan nada lega.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....