Verstappen Akui Red Bull Hampir Kehilangan Momentum
- 29 Sep 2025 13:16 WIB
- Kendari
KBRN, Kendari: Red Bull Racing kembali menemukan performa terbaiknya setelah mengantungi dua kemenangan beruntun yang menandai kebangkitan tim. Hasil di Monza dan Baku itu memberikan nafas baru bagi tim asal Milton Keynes yang sempat mengalami periode penurunan performa pada paruh pertama musim.
Kendati sempat berada dalam tekanan, terutama setelah rentetan hasil kurang memuaskan seperti di Grand Prix Hungaria — di mana Max Verstappen hanya finish di posisi kesembilan (P9) dan kalah dari Liam Lawson yang membalap untuk Racing Bulls — Red Bull mulai memperlihatkan tren positif seusai jeda musim panas.
Menurut penasihat tim Helmut Marko, perbaikan bukanlah hasil dari satu perubahan besar, melainkan kombinasi faktor teknis dan cara kerja yang direvisi. Salah satu faktor yang disebut Marko adalah pemasangan lantai baru pada mobil, yang bersama penyusunan ulang proses kerja memberi keseimbangan lebih baik pada set-up mobil.
Perubahan kecil dalam pendekatan akhir pekan, kata Max Verstappen, membuat tim tidak lagi harus melakukan penyesuaian radikal setiap sesi sehingga mobil lebih mudah dioptimalkan. Ketika ditanya apakah Red Bull kini lebih sering menemukan jendela kerja ideal RB21, Max Verstappen menjawab singkat kepada Motorsport.com, “Ya, dan itu adalah hal-hal yang telah kami pelajari dengan mobil ini.”
Meski begitu Max Verstappen masih menahan diri untuk berbicara soal perebutan gelar juara dunia sampai seluruh seri mencapai titik yang lebih jelas, misalnya usai Grand Prix Singapura. Namun secara nyata, perbaikan performa telah memberi dampak pada suasana internal tim: suasana paddock kini terasa lebih ringan dibandingkan awal musim ketika tim sempat menggelar pertemuan darurat di Bahrain usai rangkaian hasil buruk.
“Kemenangan terasa lebih bermakna ketika Anda melewati periode sulit bersama orang-orang yang sama,” ujar Verstappen, menekankan nilai kolektif dalam menghadapi tekanan. Ia menambahkan bahwa keberhasilan meraih hasil baik kembali tidak hanya soal angka di papan klasemen, melainkan juga soal kondisi mental seluruh anggota tim. “Rasa percaya diri itu penting — kadang itu yang membuat perbedaan,” imbuhnya.
Langkah manajemen untuk mengangkat moral juga terlihat lewat tindakan prinsipal tim, Laurent Mekies, yang sengaja menempatkan figur-figur teknis kunci di posisi yang mendapat sorotan publik: Paul Monaghan tampil di podium di Baku dan Pierre Wache diberi kesempatan serupa di Monza. Menurut pengamat internal, pengakuan publik semacam itu berperan dalam memperkuat semangat kerja tim setelah kritik yang datang sebelumnya.
Soal kontribusi Max Verstappen terhadap perbaikan performa, sang pembalap cenderung merendah. “Yah, hanya mengendarai mobil,” ujarnya santai. Namun di balik sikap rendah hati itu terdapat komunikasi intens antara pembalap dan tim di pabrik—diskusi soal pengaturan, program uji, dan prioritas pengembangan yang menurut Max Verstappen dijalankan dengan lebih fokus setelah Laurent Mekies mulai mempertanyakan hal-hal yang tepat. Kombinasi masukan dari sirkuit dan pabrik inilah yang akhirnya membawa perbaikan nyata.
Perkembangan Red Bull musim ini mengingatkan pada pola yang pernah mereka tunjukkan pada tahun-tahun sebelumnya: start bergejolak terlebih dahulu, lalu perlahan merebut momentum melalui paket pengembangan. Namun, Max Verstappen menekankan perbedaan kontekstual saat ini dibanding masa lalu — khususnya pembatasan anggaran (budget cap) yang mengubah cara tim melakukan peningkatan performa. “Sekarang tantangannya berbeda karena ada pagu anggaran; tapi esensinya tetap sama: mencoba memperbaiki apa yang bisa diperbaiki,” katanya.
Di balik optimisme, sang juara dunia empat kali juga mengakui adanya momen-momen dirundung keraguan. Saat itu datang, menurutnya, yang paling produktif bukanlah tenggelam dalam kecemasan, melainkan mencari solusi dan berdiskusi secara terbuka antar tim. “Kita selalu punya saat-saat sulit. Pertanyaannya adalah bagaimana meresponsnya: berbicara, berinovasi, dan saling tukar gagasan. Itulah yang membuat kami kembali ke jalur yang benar,” tutup Verstappen.
Dengan kombinasi perbaikan teknis, komunikasi internal yang lebih baik, dan suasana tim yang membaik, Red Bull sedang berusaha mengubah momentum positif menjadi konsistensi menjelang lintasan-lintasan berikutnya — walau seluruh pihak sadar, musim masih panjang dan tantangan tetap menunggu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....