Debut Sensasional Verstappen, Juara GT3 Nürburgring 2025

  • 28 Sep 2025 12:03 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari : Max Verstappen kembali membuktikan dirinya sebagai pembalap sejati lintas disiplin. Bersama rekannya Christopher Lulham, pembalap Red Bull Racing ini menorehkan kemenangan perdananya di ajang Nürburgring Langstrecken-Serie (NLS) kelas GT3, di Green Hell pada Sabtu malam (27/9). Kemenangan ini menjadi debut manis bagi keduanya sekaligus bukti nyata bahwa Max Verstappen bukan hanya penguasa Formula 1, tetapi juga kompetitif di ajang balap ketahanan.Mengendarai Ferrari 296 GT3 milik Verstappen.com Racing yang bekerja sama dengan tim Emil Frey Racing. Balapan yang berdurasi 4 jam lebih ini dimulai dengan Max Verstappen yang memulai dari posisi ketiga (P3).Begitu lampu hijau menyala, Max Verstappen langsung menunjukkan agresivitas khasnya. Pada saat balapan baru dimulai, ia langsung melakukan overtake brilian yang membuatnya langsung merebut posisi terdepan dari dua rival di depannya.Selama dua jam pertama, Max Verstappen tampil dominan. Dengan kecepatan stabil dan konsistensi tinggi, ia berhasil membangun jarak waktu yang sangat signifikan dari pesaing. Bahkan, pada salah satu titik, keunggulannya mencapai lima puluh detik lebih dari mobil di posisi kedua.Setelah itu, Max Verstappen menyerahkan kemudi kepada Christopher Lulham. Pembalap muda asal Inggris itu melanjutkan performa luar biasa tim, menjaga jarak aman meskipun balapan sempat diwarnai insiden, periode code 60 (zona kecepatan terbatas), serta padatnya lalu lintas mobil GT lain di trek Nordschleife yang terkenal sempit dan berbahaya.Di penghujung lomba, Christopher Lulham tetap tenang hingga garis finish dan memastikan kemenangan dengan selisih sekitar 20 detik dari Ford Mustang GT3 yang finish di posisi kedua (P2).Ini adalah kemenangan perdana Max Verstappen di kategori GT3—dan sekaligus pencapaian luar biasa bahwa ia sebagai rookie di kelas tersebut berhasil langsung menjadi juara. Bahkan mobil yang dikendarainya adalah Ferrari 296 GT3 (di dalam tim Red Bull / Verstappen.com Racing bermitra Emil Frey), suatu fakta yang menambah bobot sensasional di dunia motorsport. Sementara pembalap F1 “reguler” dari tim Ferrari seperti Charles Leclerc bahkan Lewis Hamilton pun masih belum mencatat kemenangan di F1 sebagai pembalap di tim Ferrari.Prestasi ini mempertegas reputasi Max Verstappen: bukan hanya sebagai pembalap F1 dominan, tetapi sebagai sosok yang tetap haus tantangan, dan mampu bersinar di lintasan balap manapun.

Catatan Statistik & Prestasi

  • Mobil: Ferrari 296 GT3 (Verstappen.com Racing x Emil Frey Racing)
  • Durasi balapan: 4 jam lebih (NLS Round)
  • Posisi start: P3
  • Posisi finish: P1
  • Gap akhir: ±20 detik dari P2 (Ford Mustang GT3)
  • Fastest Lap: Max Verstappen — 7:51,514 menit (lap tercepat balapan)Prestasi historis: Max Verstappen menjadi rookie pertama dalam hampir 50 tahun terakhir yang menang pada debut NLS GT3 (rekor serupa terakhir tercatat pada 1977).

Konteks & Implikasi Kemenangan1. Versatility VerstappenJuara dunia F1 empat kali ini menunjukkan dirinya bukan hanya pembalap spesialis Formula 1. Dominasi di GT3 menegaskan bahwa ia bisa kompetitif di berbagai kategori, dari single seater hingga endurance.

2. Ferrari 296 GT3 Jadi SorotanMenariknya, Max Verstappen meraih kemenangan menggunakan Ferrari, bukan Red Bull. Ironisnya, di F1 saat ini, justru pembalap Ferrari seperti Charles Leclerc dan Lewis Hamilton belum meraih kemenangan.

3. Pintu Terbuka untuk Endurance RacingMax Verstappen secara terbuka menyatakan keinginannya untuk turun di ajang 24 Hours of Nürburgring. Dengan hasil debut ini, peluangnya semakin nyata untuk tampil di ajang balap ketahanan paling bergengsi, bahkan mungkin Le Mans di masa depan.

4. Prestasi HistorisKemenangan debut ini mengulang pencapaian yang hampir setengah abad tidak terjadi di NLS, menegaskan kualitas Max Verstappen sebagai pembalap dengan bakat luar biasa lintas generasi.

Kemenangan ini menegaskan bahwa Max Verstappen benar-benar hidup untuk balapan. Tidak hanya mendominasi Formula 1, ia juga mampu menaklukkan sirkuit paling menantang di dunia, Nürburgring Nordschleife, dalam balapan ketahanan GT3.Dengan hasil ini, pintu terbuka lebar bagi Verstappen untuk mencoba tantangan lebih besar: 24 Hours of Nürburgring atau bahkan balapan ketahanan bergengsi lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....