GP Singapura Jadi Penentu Perburuan Titel Verstappen

  • 25 Sep 2025 20:34 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari : Setelah kembali meraih kemenangan beruntun di Monza dan Baku, Max Verstappen kembali jadi sorotan utama. Hasil ini membuat Red Bull perlahan bangkit dari keterpurukan paruh pertama musim 2025, sekaligus membuka kembali peluang sang juara bertahan untuk mempertahankan gelar dunia. Namun, Max Verstappen memilih meredam optimisme berlebihan soal peluangnya meraih gelar juara dunia kelima.Meski dua kemenangan terakhir mengerek posisinya, Max Verstappen masih tertinggal 69 poin dari Oscar Piastri di puncak klasemen, dengan tujuh ronde tersisa. Rekan setim Oscar Piastri, Lando Norris, kini berada di posisi kedua dan menjadi pemisah langsung dalam perebutan gelar.

KEBANGKITAN RED BULL USAI PERUBAHAN BESARSejak dominasi penuh pada 2022 dan 2023, Red Bull sempat terpuruk di belakang McLaren, Ferrari, dan Mercedes. Namun, pembaruan lantai mobil yang diperkenalkan di Monza dan pemahaman lebih mendalam terhadap RB21 kini dianggap sebagai titik balik kebangkitan. Banyak pihak menyebut ini sebagai sinyal bahwa Max Verstappen bisa kembali mempertahankan gelar, tetapi pembalap Belanda itu tidak ingin larut dalam euforia.Itu terlalu berlebihan. Pada dasarnya, semuanya harus berjalan sempurna dari sisi saya, dan sedikit keberuntungan juga dari mereka,” ujar Verstappen kepada Sky Sports F1.

BAKU BUKANLAH KEBETULAN

Penasihat Red Bull, Helmut Marko, menegaskan kemenangan di Azerbaijan membuktikan performa mobil bukan sekadar faktor keberuntungan. Menurutnya, Baku adalah tanda jelas bahwa Red Bull benar-benar sudah menemukan langkah besar setelah sulit bersaing di trek tersebut dalam dua musim terakhir.Monza bisa saja dianggap spesial karena karakteristik low downforce, tapi Baku sangat berbeda. Ini menunjukkan mobil kini punya jendela performa lebih lebar, dan cara tim menjalani akhir pekan juga sudah berubah. Kami berdiskusi banyak, dan strategi itu berhasil,” ujar Marko kepada ORF. Marko juga menekankan bahwa Red Bull kini telah meraih empat kemenangan musim ini, menandakan arah pengembangan sudah berada di jalur positif.

UJIAN SEBENARNYA ADALAH SINGAPURAMeski optimisme meningkat, Marko menegaskan Grand Prix Singapura dua pekan mendatang akan menjadi ujian sesungguhnya. Sejak debut di F1, Max Verstappen belum pernah menang di Marina Bay, bahkan pada 2023 ia hanya finish di luar podium – satu-satunya balapan di musim itu tanpa trofi.Singapura selalu jadi tantangan: panas, lembap, dan butuh downforce tinggi – kombinasi yang tidak disukai mobil kami. Itu sebabnya balapan ini akan jadi tolok ukur sejati,” tegas Marko.

TSUNODA TUNJUKKAN KEMAJUANRed Bull memang sangat bergantung pada Max Verstappen dalam beberapa musim terakhir, sejak kepergian Daniel Ricciardo pada 2018. Rekan setimnya kerap kesulitan menemukan performa stabil. Tahun ini, Yuki Tsunoda sempat berada di posisi ke-17 klasemen setelah menggantikan Liam Lawson di putaran ketiga, namun kini menunjukkan kemajuan.Finish keenam (P6) di Baku menjadi bukti nyata peningkatan performa Yuki Tsunoda, sekaligus tanda bahwa RB21 lebih mudah dikendarai. Pembalap asal Jepang itu pun bertekad untuk terus mendukung Max Verstappen dalam perburuan gelar."Kami lebih percaya diri menghadapi balapan berikutnya. Saya ingin tampil maksimal, dan bila bisa membantu Max mempertahankan gelar, tentu itu bagus,” ujar Tsunoda, yang kontraknya bersama Red Bull masih belum aman hingga 2026.

KESIMPULANMeski Max Verstappen baru saja menghidupkan kembali asa lewat dua kemenangan beruntun, ia sendiri masih menegaskan bahwa peluang gelar hanya bisa terwujud bila semuanya berjalan sempurna. Red Bull kini menghadapi fase krusial: menjaga momentum kemenangan, membuktikan konsistensi di lintasan berbeda, dan menanti ujian terbesar di Singapura.Jika Max Verstappen mampu melewati tantangan itu, pintu menuju gelar dunia kelima tetap terbuka – meski jalan yang harus dilalui tidak akan mudah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....