F1 Rencanakan Format Sprint Lebih Banyak 2027
- 16 Sep 2025 14:32 WIB
- Kendari
KBRN, Kendari : Format sprint race di Formula 1 terus mendapatkan tempat di hati penggemar maupun promotor. Setelah resmi diperkenalkan pada 2021, sesi balapan singkat ini tidak hanya bertahan, melainkan semakin populer dan kini diproyeksikan akan berkembang lebih jauh dengan rencana penambahan jumlah slot mulai musim 2027.
Awalnya, F1 menguji format sprint hanya tiga kali dalam setahun. Namun, karena mendapat sambutan cukup positif meski sempat menuai kritik, jumlahnya bertambah menjadi enam sprint race per musim sejak 2023. Dengan kalender F1 yang kini mencapai 24 seri, artinya hanya seperempat dari grand prix yang mendapat kesempatan menggelar sprint setiap tahun.Seiring waktu, opini publik dan pandangan para pembalap terhadap sprint mulai bergeser ke arah positif. Banyak promotor juga mulai melihat nilai tambah dari format ini, bukan hanya dari sisi tontonan, tetapi juga potensi finansial.
Promotor: Nilai Hiburan Lebih, Meski Tak Dorong Penjualan
Bobby Epstein, salah satu pendiri sekaligus pengelola Circuit of the Americas (COTA) Austin, menilai sprint memberikan pengalaman tambahan bagi penonton. Meski ia tidak melihat dampak signifikan terhadap penjualan tiket, Epstein menekankan bahwa format ini menambah nilai bagi mereka yang hadir langsung.
“Saya rasa ini memberikan nilai lebih pada tiket,” ujar Epstein. “Apakah ini otomatis meningkatkan penjualan tiket? Tidak juga. Tetapi penggemar yang datang tampak menyukainya. Sprint bukanlah aset yang langsung mendongkrak angka penjualan, namun jelas memperkaya pengalaman di akhir pekan.” Ia menambahkan, jika penonton membeli tiket terusan untuk seluruh akhir pekan dan bertahan lebih lama di sirkuit, itu justru lebih menguntungkan penyelenggara. “Kami belum melihat perubahan besar pada penjualan atau permintaan, tapi saya yakin ini memberikan hiburan lebih baik, dan semua pihak sependapat,” imbuhnya.
Miami Rasakan Dampak Positif
Berbeda dengan Austin, Grand Prix Miami merasakan dampak langsung dari sprint. Tyler Epp, Presiden GP Miami, awalnya skeptis terhadap nilai tambah format ini. Namun pengalaman pertama menggelar sprint pada 2024 justru mematahkan keraguannya.
“Saya salah besar soal sprint,” kata Epp. “Awalnya saya ragu dengan proposisi nilainya, tapi data yang kami dapat jelas menunjukkan peningkatan jumlah penonton hari Sabtu, bahkan mereka datang lebih awal untuk menyaksikan sprint. Antusiasmenya nyata.”
Rencana F1: 10 Sprint per Musim Mulai 2027
Untuk musim 2026, F1 tetap akan menggelar enam sprint race. Namun, diskusi sudah berjalan untuk meningkatkan jumlahnya menjadi sekitar 10 balapan pada awal 2027. Hal ini tentu memerlukan persetujuan dari FIA sebagai regulator, FOM selaku pemegang hak komersial, serta tim peserta.
Stefano Domenicali, CEO F1, mengakui tren positif ini. “Selain sebagian kecil penggemar lama, semua pihak kini menginginkan akhir pekan sprint. Promotor mendorong format ini, dan para pembalap juga mulai tertarik,” ujarnya di sela GP Italia. Domenicali menambahkan, “Latihan bebas memang penting bagi para spesialis, tetapi mayoritas penonton lebih ingin melihat aksi. Sprint memberikan itu. Saya bisa pastikan permintaan untuk format seperti ini akan terus bertambah.”
Meski begitu, Domenicali menegaskan F1 tidak akan langsung meniru MotoGP yang menggelar sprint di setiap seri. “Itu langkah terlalu jauh. F1 lebih baik mengambil pendekatan bertahap yang tetap menghormati tradisi,” ucapnya.
Diskusi Format Baru: Grid Terbalik dan Jarak Balapan
Dalam wawancara yang sama, Domenicali sempat melontarkan ide untuk mengeksplorasi format baru, termasuk membalikkan susunan grid atau memperpendek jarak balapan. Meski belum ada langkah konkret, komentar ini memicu perdebatan lebih luas tentang arah masa depan F1, khususnya untuk menarik generasi penonton muda.
Menjaga Keseimbangan Tradisi dan Inovasi
Bobby Epstein dari COTA menilai F1 menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan. “Stefano hanya akan mengambil langkah itu jika yakin demi kepentingan terbaik olahraga,” katanya.
Menurut Bobby Epstein, kekuatan Domenicali adalah kemampuannya menjaga relevansi F1 di era modern tanpa mengorbankan warisan. “Ini keseimbangan yang sulit, tapi ia melakukannya dengan penuh semangat. Kami di pihak promotor percaya penuh padanya,” ujarnya. Dengan dukungan promotor, tim, dan penggemar yang semakin terbuka, sprint race tampaknya akan menjadi bagian lebih besar dari identitas Formula 1 dalam beberapa tahun ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....