Verstappen: Ferrari Merek Besar, Tapi Penuh Tantangan

  • 15 Sep 2025 21:47 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari : Ada sesuatu yang selalu melekat pada nama Ferrari di Formula 1: daya tarik emosional yang tak pernah pudar, tetapi juga tekanan besar yang kerap membebani siapa pun yang berada di dalamnya. Dari masa Enzo Ferrari hingga era modern, tim asal Maranello ini selalu menjadi simbol gengsi, namun juga sumber tantangan psikologis.Enzo Ferrari, sang pendiri, dikenal sebagai sosok yang menuntut lebih dari sekadar kecepatan pembalapnya. Juara dunia 1961, Phil Hill, bahkan pernah menulis bahwa membela Ferrari terasa seperti diberi amanah menjaga “permata mesin” yang lahir dari kejeniusan tim. Ketika menang, rasa bangga Ferrari seringkali lebih besar ketimbang apresiasi untuk sang pembalap.Kini, giliran Lewis Hamilton yang merasakan kerasnya atmosfer itu. Musim pertamanya di Ferrari belum berjalan sesuai harapan. Selain kemenangan sprint di Shanghai, ia masih kesulitan menyamai rekan setimnya, Charles Leclerc, yang lebih padu dengan tim dan mobil. Bos tim Fred Vasseur pun mengakui bahwa tantangan mengintegrasikan Lewis Hamilton lebih sulit dari perkiraan.Pada saat menjelang GP Italia di Monza di Minggu kemarin (7/9), Max Verstappen ikut ditanya soal dinamika Ferrari dan Lewis Hamilton. Bagi Max Verstappen, sulit menilai kondisi internal tim Maranello karena ia tidak berada di sana. Namun, ia menekankan bahwa masuk ke Ferrari, apalagi menghadapi sosok sekuat Leclerc, jelas bukan perkara mudah.“Dia masuk ke tim yang sudah punya pembalap kuat seperti Charles. Tidak mudah langsung masuk dan mengalahkan rekan setim yang sudah sangat mengenal tim, bahasanya, dan cara kerjanya,” ujar Verstappen. Ia juga menyoroti betapa kompleksnya mobil F1 saat ini, yang sering kali sulit dipahami apakah bisa kompetitif atau tidak.Bagi Max Verstappen sendiri, Ferrari memang punya daya tarik historis yang besar. Nama besar, warna merah ikonik, dan aura legendaris membuat banyak pembalap bermimpi membela Maranello. Namun, sang juara dunia empat kali itu punya pandangan realistis: romantisme tidak bisa mengalahkan fakta bahwa Ferrari kerap tidak berada di posisi paling kompetitif.“Ferrari adalah merek yang sangat besar. Semua pembalap pasti pernah membayangkan diri mereka ada di sana. Tapi menurut saya, di situlah letak kesalahannya — hanya ingin balapan untuk Ferrari semata,” tegas Verstappen. Sejarah Ferrari memang dipenuhi paradoks: pesona besar yang membuat banyak pembalap rela datang, bahkan ketika peluang juara dunia tidak ada di depan mata. Dan musim ini, Lewis Hamilton sedang merasakan langsung betapa beratnya ekspektasi yang diwariskan Enzo Ferrari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....