Red Bull Hadapi Tantangan Power Unit 2026 Mendatang
- 15 Sep 2025 21:06 WIB
- Kendari
KBRN, Kendari : Laurent Mekies, Prinsipal Red Bull Formula 1, mengakui bahwa langkah timnya membangun mesin sendiri untuk era regulasi 2026 adalah keputusan berani yang penuh risiko. Meski menyebutnya sebagai “hal tergila yang mungkin dilakukan”, ia menilai proyek tersebut benar-benar mencerminkan jati diri Red Bull. Proyek pengembangan mesin ini sudah dirintis sejak era Christian Horner, dengan Ford digandeng sebagai mitra teknis melalui Red Bull Powertrains di Milton Keynes. Keputusan ini membuat Red Bull masuk ke arena yang sama dengan pabrikan besar seperti Mercedes, Ferrari, hingga Honda.
Bos Mercedes, Toto Wolff, bahkan menyebut tantangan yang dihadapi Red Bull setara dengan “mendaki Gunung Everest”. Menanggapi pernyataan itu saat berada di Monza, Laurent Mekies tak sepenuhnya setuju. Baginya, justru skala tantangan itulah yang menjadikan program ini cocok dengan semangat Red Bull. “Toto benar, ini memang seperti mendaki Everest,” ucap Mekies. “Membangun power unit sendiri adalah langkah gila, tapi inilah tipe kegilaan khas Red Bull. Sebuah tantangan luar biasa yang layak kami ambil.”
Meski penuh optimisme, Laurent Mekies tetap realistis. Ia menegaskan Red Bull tidak boleh berkhayal bisa langsung menyaingi mesin Ferrari atau Mercedes sejak musim pertama. “Mereka sudah puluhan tahun melakukannya. Akan naif jika kami berpikir bisa langsung berada di level yang sama. Tapi kami mempersiapkannya dengan cara Red Bull: maksimal, bertahap, dan penuh semangat,” jelasnya.
Laurent Mekies juga mengungkapkan bahwa tim tengah berfokus memperkuat segala aspek, mulai dari performa unit tenaga hingga struktur pendukungnya. “Kami membangun orang-orang, infrastruktur, dan semua yang mengelilingi mesin ini secepat mungkin. Kami tahu akan ada banyak kerja keras dan malam tanpa tidur, tapi tantangan seperti inilah yang membuat kami bersemangat,” katanya.
Dengan cara pandang tersebut, Red Bull memposisikan proyek power unit 2026 bukan sekadar sebagai langkah teknis, melainkan juga sebagai bukti filosofi khas tim: berani mengambil risiko besar demi meraih sesuatu yang istimewa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....