Marko Sebut Mekies Bawa Filosofi Baru Red Bull

  • 15 Sep 2025 08:27 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari : Setelah Grand Prix Italia, nama Laurent Mekies ikut mencuat berkat kemenangan Max Verstappen. Helmut Marko menyebut Red Bull kini tidak lagi terpaku pada simulator, melainkan mengedepankan pendekatan baru yang lebih menyeluruh. Sementara Verstappen memuji Laurent Mekies karena mampu mengajukan pertanyaan-pertanyaan teknis yang tepat dan memfasilitasi komunikasi antara pembalap dan insinyur.Meski begitu, bos tim asal Prancis itu sendiri memilih untuk tidak menonjolkan perannya. Ditanya tentang kontribusinya dalam kemenangan ketiga Max Verstappen musim ini – yang pertama sejak Red Bull berpisah dengan Christian Horner – Mekies justru menjawab dengan merendah. “Kontribusi saya tidak ada sama sekali,” ujarnya, disambut tawa para jurnalis. Ia menegaskan bahwa semua pencapaian adalah hasil kerja keras 1.500 orang dalam tim yang terus menyempurnakan mobil hingga ke detail terkecil.Laurent Mekies tetap konsisten menolak anggapan bahwa dirinya menjadi faktor penentu. Menurutnya, peran utama ada pada Max Verstappen serta tim teknis yang menyiapkan set-up low-downforce sesuai karakter Monza. “Saya hanya memastikan talenta yang ada bisa digunakan sebaik mungkin. Itu saja,” jelasnya.Namun, kenyataannya tidak sesederhana itu. Pujian dari Helmut Marko dan Max Verstappen tentu bukan tanpa alasan. Persiapan paket aerodinamika baru, termasuk sayap khusus Monza dan evaluasi kesalahan tahun lalu, menjadi bagian penting keberhasilan kali ini. Laurent Mekies mungkin tidak terlibat langsung dalam pengembangan, tetapi dalam hal operasional ia jelas memberi warna berbeda.Max Verstappen sendiri mengakui peran latar belakang teknik Laurent Mekies yang membantu menantang tim insinyur dengan pertanyaan tajam. Hal ini dianggap penting, mengingat tren bos tim F1 kini banyak diisi oleh mantan insinyur seperti Andrea Stella (McLaren), James Vowles (Williams), Ayao Komatsu (Haas), hingga kini Laurent Mekies di Red Bull.Helmut Marko juga menekankan bahwa dengan Laurent Mekies, Red Bull kini lebih mendengar masukan pembalap, bukan sekadar angka dari simulator. Contohnya ketika Max Verstappen bersikeras mempertahankan set-up low-downforce jelang kualifikasi, meski ada risiko kehilangan keseimbangan. Keputusan itu terbukti tepat dan berbuah kemenangan.Kerendahan hati Laurent Mekies semakin terlihat ketika Red Bull mengirim Pierre Wache ke podium untuk merayakan kemenangan.Bagi Laurent Mekies, memberi ruang kepada rekan kerja untuk ikut merasakan sorotan sama pentingnya dengan kemenangan itu sendiri. Pendekatan ini selaras dengan tren kepemimpinan di F1 modern, di mana keberhasilan dianggap sebagai buah kolektif, bukan pencapaian satu orang.Apakah gaya kepemimpinan ini mampu membawa Red Bull ke arah baru dalam jangka panjang, terutama menghadapi era mesin 2026, masih menjadi tanda tanya. Namun, di Monza, strategi ini telah memberikan hasil nyata: kemenangan yang meneguhkan dominasi sekaligus membangkitkan moral tim. Dan meski Laurent Mekies berulang kali menolak klaim kontribusinya, jelas bahwa perannya lebih dari sekadar “nol”.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....