DTSEN Resmi Jadi Rujukan Bersama Pemerintah, BPS Beri Penjelasan soal Arti Desil
- 28 Agt 2026 15:20 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Pemerintah kini resmi menjadikan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai rujukan utama dan pangkalan data bersama dalam merencanakan, menetapkan sasaran, hingga mengevaluasi berbagai program pemerintah, termasuk penyaluran Bantuan Sosial (Bansos).
Seiring dengan penerapan data ini, Badan Pusat Statistik (BPS) turut memberikan penjelasan resmi kepada masyarakat agar tidak keliru dalam memahami istilah "Desil" kesejahteraan.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa BPS bersama dengan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terus melakukan pemutakhiran untuk menjaga kualitas DTSEN. Hal ini dilakukan agar data yang ada semakin akurat dan mencerminkan kondisi riil masyarakat di lapangan.
"Partisipasi masyarakat dalam memastikan informasi diri dan keluarganya sesuai kondisi sebenarnya juga menjadi bagian penting dari proses tersebut," ujar Amalia dalam keterangannya, Sabtu 22 Agustus 2026
Apa Itu Desil dalam DTSEN?
Salah satu elemen yang paling sering menjadi sorotan masyarakat saat mengecek data DTSEN adalah pengelompokan tingkat kesejahteraan yang disebut dengan Desil.
BPS menegaskan bahwa Desil menunjukkan posisi kesejahteraan relatif suatu keluarga jika dibandingkan dengan keluarga lainnya, berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi. Oleh karena itu, Desil bukanlah ukuran absolut dari nominal pendapatan, pengeluaran, ataupun kekayaan sebuah keluarga.
Penentuan peringkat atau desil ini tidak didasarkan pada satu indikator saja (seperti gaji, kepemilikan barang mewah, atau daya listrik), melainkan dihitung dengan mempertimbangkan berbagai indikator secara bersamaan. Karakteristik tersebut meliputi kondisi fisik bangunan tempat tinggal, sumber air minum, bahan bakar untuk memasak, hingga status pekerjaan.
Secara umum, tingkat kesejahteraan dalam DTSEN dibagi ke dalam 10 kelompok (Desil 1 hingga Desil 10) dengan rincian sebagai berikut:
- Desil 1 - 4 (Kelompok Bawah): Menunjukkan 40 persen masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah. Rinciannya; Desil 1 (Sangat Miskin), Desil 2 (Miskin), Desil 3 (Hampir Miskin), dan Desil 4 (Rentan Miskin).
- Desil 5 - 8 (Kelompok Menengah): Menunjukkan kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan menengah hingga mapan.
- Desil 9 - 10 (Kelompok Atas): Merupakan kelompok keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi (kaya dan sangat kaya).
Bukan Penentu Mutlak Penerima Bansos
BPS juga memberikan catatan penting bahwa angka desil pada DTSEN tidak secara otomatis atau mutlak menentukan apakah seseorang pasti menerima bantuan sosial.
Meski kelompok pada Desil 1 hingga 4 umumnya menjadi sasaran prioritas perlindungan sosial, keputusan akhir penyaluran bansos tetap dikembalikan kepada kementerian/lembaga terkait. Penggunaan data ini akan disesuaikan dengan tujuan, kriteria, kuota, serta ketentuan dari masing-masing program bantuan yang diselenggarakan oleh pemerintah.
Dengan pemahaman yang tepat mengenai sistem pemeringkatan ini, pemerintah berharap masyarakat dapat mendukung proses pendataan demi mewujudkan program-program pemerintah yang lebih tepat sasaran. Bagi masyarakat yang ingin mengecek status desil keluarganya, pengecekan dapat dilakukan secara mandiri melalui situs web resmi DTSEN menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....