Kemenkes dan BPS Sosialisasikan Sensus Ekonomi 2026 Nasional

  • 10 Jun 2026 15:15 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) menggelar Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 sebagai upaya memperkuat pemahaman masyarakat dan pelaku usaha mengenai pentingnya pendataan ekonomi nasional, termasuk sektor kesehatan yang memiliki kontribusi strategis terhadap pembangunan Indonesia.

Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan pada Kamis, 11 Juni 2026, pukul 10.00–12.30 WIB tersebut disiarkan secara langsung melalui kanal Kementerian Kesehatan dan platform Zoom. Acara menghadirkan Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti, serta Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, sebagai narasumber utama.

Dalam materi sosialisasi yang disampaikan, sektor kesehatan disebut sebagai salah satu pilar penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Selain berperan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sektor ini juga menjadi penggerak berbagai aktivitas ekonomi mulai dari layanan kesehatan, industri farmasi, alat kesehatan, hingga berbagai usaha penunjang lainnya.

Melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, pemerintah berupaya memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai struktur ekonomi Indonesia. Pendataan tersebut diharapkan mampu menghasilkan informasi akurat mengenai kondisi dan perkembangan dunia usaha di seluruh wilayah Indonesia, termasuk usaha yang bergerak di bidang kesehatan.

Data yang terkumpul nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan nasional. Pemerintah membutuhkan informasi yang valid untuk mengidentifikasi potensi ekonomi, mengetahui persebaran usaha, mengukur kontribusi setiap sektor terhadap perekonomian, serta merancang program yang tepat sasaran guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda strategis nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Kegiatan ini menjadi instrumen penting untuk memetakan kondisi ekonomi Indonesia secara menyeluruh dan menghasilkan basis data usaha yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat luas.

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menilai sektor kesehatan memiliki peran yang semakin besar dalam pembangunan nasional. Oleh karena itu, keterlibatan pelaku usaha kesehatan dalam Sensus Ekonomi 2026 menjadi faktor penting untuk memastikan tersedianya data yang akurat dan dapat digunakan sebagai landasan pengambilan keputusan.

Melalui kolaborasi antara BPS dan Kemenkes RI, pemerintah berharap seluruh pelaku usaha dapat berpartisipasi aktif dalam memberikan informasi yang benar dan lengkap selama proses sensus berlangsung. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 dalam menghasilkan data berkualitas yang mampu menggambarkan kondisi perekonomian Indonesia secara nyata.

Sosialisasi ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesadaran publik bahwa data statistik yang akurat merupakan fondasi utama dalam perencanaan pembangunan, penguatan daya saing ekonomi, serta peningkatan kualitas pelayanan publik di berbagai sektor, termasuk kesehatan.

Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan dapat menjadi sumber data strategis yang mendukung terwujudnya pembangunan ekonomi nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis bukti (evidence-based policy).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....