Lonjakan Konsumsi Pemerintah 21,81 Persen Warnai Ekonomi Awal 2026

  • 06 Mei 2026 13:27 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 yang mencapai 5,61 persen secara tahunan (year-on-year) turut dipengaruhi oleh lonjakan signifikan pada belanja pemerintah. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, konsumsi pemerintah menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi dari sisi pengeluaran, yakni sebesar 21,81 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi pada awal tahun ini didorong oleh kombinasi belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat.

“Secara year on year ekonomi triwulan I 2026 tumbuh 5,61 persen dibandingkan triwulan yang sama di tahun sebelumnya. Dari sisi pengeluaran penyumbang utama pertumbuhan ekonomi Triwulan I 2026 adalah konsumsi rumah tangga, PMTB, dan konsumsi pemerintah. Hal ini didorong oleh konsumsi masyarakat karena momentum hari besar keagamaan serta berjalannya program-program prioritas pembangunan pemerintah di Triwulan I 2026,” ujarnya dalam rilis resmi BPS 5 Mei 2026.

Selain konsumsi pemerintah, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama ekonomi dengan kontribusi terbesar terhadap PDB, yakni mencapai 54,36 persen dan tumbuh 5,52 persen. Sementara itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 5,96 persen, mencerminkan aktivitas investasi yang terus berjalan.

Secara keseluruhan, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan I-2026 mencapai Rp6.187,2 triliun atas dasar harga berlaku dan Rp3.447,7 triliun atas dasar harga konstan 2010.

Di sisi lain, meskipun secara tahunan menunjukkan pertumbuhan, secara kuartalan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 0,77 persen. Hal ini antara lain dipengaruhi oleh penurunan belanja pemerintah setelah realisasi tinggi pada akhir tahun sebelumnya.

BPS menilai, peningkatan signifikan konsumsi pemerintah pada awal tahun mencerminkan percepatan realisasi program pembangunan, yang turut menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....