BPS Siapkan Sensus Ekonomi 2026

  • 29 Apr 2026 11:37 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Badan Pusat Statistik (BPS) resmi memulai rangkaian persiapan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Sebagai program pendataan ekonomi terbesar dan paling komprehensif di Indonesia, sensus sepuluh tahunan ini bertujuan untuk memotret wajah terbaru perekonomian nasional pasca-dinamika global dalam sedekade terakhir.

SE2026 menjadi sangat krusial karena tidak hanya mencatat jumlah usaha, tetapi juga menyasar sektor-sektor baru yang menjadi pilar masa depan Indonesia.

Berbeda dengan sensus sebelumnya, SE2026 membawa snapshot yang lebih modern. Terdapat tiga fokus utama yang akan didalami, yaitu:

  • Ekonomi Digital: Memotret transformasi bisnis berbasis teknologi.
  • Ekonomi Hijau: Mendata keberlanjutan dan dampak lingkungan dari aktivitas usaha.
  • Ekonomi Biru: Menggali potensi ekonomi yang berasal dari sektor kelautan.

Selain itu, BPS akan tetap membedah karakteristik usaha mulai dari permodalan, kinerja daya saing, hingga kendala dan prospek usaha di masa depan.

Melihat data historis, jumlah usaha di Indonesia terus mengalami peningkatan signifikan. Pada SE2006, tercatat sebanyak 22,73 juta usaha. Angka ini melonjak menjadi 26,71 juta pada SE2016. Publik kini menanti apakah tren pertumbuhan ini akan melonjak tajam pada SE2026 seiring dengan menjamurnya pelaku UMKM dan startup.

Berdasarkan data SE2016, Pulau Jawa masih menjadi pusat aktivitas ekonomi dengan sebaran mencapai 60,74%, disusul Sumatera (18,61%) dan Sulawesi (8,08%). Dari sisi kategori, sektor Perdagangan dan Reparasi Kendaraanmendominasi pasar dengan persentase 46,17%.

Sensus ini akan dilaksanakan sepanjang tahun 2026 di seluruh wilayah Indonesia. Pendataan mencakup semua skala usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah (UMKM), hingga perusahaan besar.

Catatan: Sensus ini mencakup seluruh kategori lapangan usaha, kecuali kategori A (Pertanian, Kehutanan, Perikanan), O (Administrasi Pemerintahan), dan T (Aktivitas Rumah Tangga sebagai Pemberi Kerja).

Masyarakat dan pelaku usaha dihimbau untuk berpartisipasi aktif dengan cara:

  1. Menyiapkan informasi dasar mengenai usaha/perusahaan.
  2. Menerima petugas sensus dan memberikan jawaban jujur.
  3. Atau mengisi kuesioner secara mandiri melalui platform online yang disediakan.

Hasil dari SE2026 diharapkan menjadi kompas bagi Pemerintah dalam mengambil kebijakan strategis, serta menjadi referensi akurat bagi pelaku bisnis dan akademisi untuk pengembangan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....