Sekolah Garuda vs Sekolah Rakyat: Apa Bedanya?

  • 29 Mar 2026 17:13 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Pemerintah Indonesia telah meluncurkan dua model sekolah baru dengan tujuan berbeda, yaitu Sekolah Unggulan Garuda dan Sekolah Rakyat. Keduanya kini sudah beroperasi di sejumlah daerah sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan nasional.

Sekolah Garuda dijalankan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program ini ditujukan bagi siswa berprestasi dengan target melanjutkan pendidikan ke universitas kelas dunia melalui jalur LPDP. Bentuknya berupa SMA unggulan berasrama dengan guru berkualitas internasional serta kurikulum nasional yang diperkaya dengan kurikulum internasional.

Sekolah Rakyat dijalankan oleh Kementerian Sosial. Fokusnya adalah membantu anak-anak dari keluarga tidak mampu agar tetap memperoleh pendidikan berkualitas. Sekolah ini berbentuk boarding school gratis, menjamin asupan gizi siswa, dan diharapkan mampu memberikan kesempatan setara bagi anak-anak yang kurang beruntung.

Menurut akademisi Universitas Pancasila, Muhammad Rosit, sekolah unggulan memang dapat mencetak siswa berdaya saing global, tetapi berisiko memperlebar kesenjangan bila tidak diimbangi dengan program pemerataan. “Sekolah unggulan sering kali menciptakan kualitas, tetapi juga bisa melahirkan stratifikasi sosial bila aksesnya terbatas,” tulisnya dalam kolom Kompas.com pada Januari 2025.

Kajian kritis dari Muda Bicara ID juga menyoroti bahwa program Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat berpotensi mempertebal segregasi pendidikan. “Kebijakan ini bisa mengatasi ketimpangan akses, tetapi sekaligus berisiko memperkuat stratifikasi bila tidak ada integrasi kebijakan yang jelas,” tulis laporan tersebut pada 2025.

Dengan hadirnya dua model sekolah ini, pemerintah berupaya menghadirkan pendidikan yang inklusif sekaligus kompetitif. Sekolah Garuda diproyeksikan mencetak generasi unggul yang siap bersaing di tingkat global, sedangkan Sekolah Rakyat menjadi solusi pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Di Kendari, program ini sudah mulai direalisasikan dengan berdirinya Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 70 Kendari serta rencana pembangunan sekolah baru di atas lahan seluas 8,9 hektare. Pemerintah daerah juga mengusulkan pendirian Sekolah Garuda di Kendari, yang saat ini masih dalam proses verifikasi kementerian terkait.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....