Persiapan Hadapi Cuaca Panas akibat Fenomena El Niño 2026
- 29 Mar 2026 09:59 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Fenomena iklim global El Niño kembali menjadi perhatian dunia, termasuk Indonesia. El Niño terjadi akibat pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur, yang berdampak pada berkurangnya curah hujan di wilayah tropis. Tahun 2026, fenomena ini diprediksi hadir dengan intensitas kuat yang disebut “Godzilla El Niño,” sehingga berpotensi memicu musim kemarau panjang dan cuaca lebih panas dari biasanya.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan peringatan dini bahwa musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih panjang dari biasanya. Dikutip dari laman resmi brin.go.id, “Fenomena El Niño, termasuk potensi variasi kuat ‘Godzilla’, menyebabkan musim kemarau di Indonesia menjadi lebih panjang dan kering. Dalam periode April hingga Oktober 2026, kondisi ini diperkirakan akan mendominasi musim kemarau di Indonesia.”
Di Kendari, meski tidak termasuk wilayah utama terdampak seperti Sumatera, Jawa, dan Kalimantan, masyarakat tetap perlu bersiap menghadapi cuaca yang lebih panas dari biasanya. Suhu udara yang meningkat dapat menurunkan kenyamanan, memicu dehidrasi, dan berdampak pada produktivitas kerja maupun kualitas tanaman.
Pemerintah daerah diimbau untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan di tengah cuaca panas, menyediakan akses air bersih, serta mengantisipasi potensi kebakaran lahan. Masyarakat Kendari juga diharapkan memperbanyak konsumsi air, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat siang hari, dan menjaga pola makan agar tetap sehat.
Fenomena Godzilla El Niño 2026 menjadi peringatan dini bagi seluruh masyarakat. Kesiapan menghadapi cuaca panas sangat penting agar dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisir, terutama di sektor kesehatan, kenyamanan hidup, dan ketahanan pangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....