Ketahanan Pangan Indonesia Ditengah Tekanan Perubahan Iklim

  • 08 Des 2025 16:10 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari: Perubahan iklim terus memberikan tekanan pada produksi pangan nasional. Dampaknya terlihat pada pola cuaca yang sulit diprediksi dan meningkatnya risiko gagal panen di sejumlah wilayah.

Menurut laporan Climate Change and Food Security dari FAO, perubahan suhu dan curah hujan berpengaruh langsung pada produktivitas komoditas pangan utama. Temuan itu menunjukkan kebutuhan adaptasi semakin mendesak bagi negara beriklim tropis seperti Indonesia.

Kondisi ini turut diperkuat hasil kajian The State of Food Security and Nutrition in the World 2024 yang dirilis badan PBB. Laporan tersebut mencatat gangguan iklim menjadi faktor penting yang memicu kerentanan pangan di negara berkembang.

Situasi tersebut mendorong pemerintah memperluas pemanfaatan varietas tahan cuaca ekstrem. Kebijakan ini disusun untuk menjaga pasokan pangan tetap stabil meskipun cuaca berubah cepat.

Langkah lain yang dilakukan adalah optimalisasi teknologi pertanian. Sistem irigasi presisi, pengelolaan air terpadu, dan monitoring cuaca digunakan untuk mengurangi risiko kerugian petani.

Selain itu, penguatan cadangan pangan menjadi salah satu strategi penting. Ketersediaan stok dianggap mampu menjaga stabilitas pasokan ketika produksi terganggu.

Perubahan iklim juga memengaruhi rantai distribusi. Infrastruktur penunjang dan jaringan logistik diperbaiki agar pasokan dapat bergerak cepat dari sentra produksi ke konsumen.

Upaya berlapis ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan harus dijaga melalui perpaduan riset, kebijakan, dan pemanfaatan teknologi. Respons yang tepat membantu memastikan masyarakat tetap memperoleh pangan cukup dan aman di tengah dinamika iklim yang semakin ekstrem.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....