Krisis Sampah Wilayah Perkotaan dan Upaya Daur Ulang

  • 08 Des 2025 11:34 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari: Volume sampah Indonesia terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) menyebut produksi mencapai lebih dari 30 juta ton per tahun.

Pertumbuhan jumlah penduduk turut menambah tekanan pada sistem pengelolaan sampah. Infrastruktur di banyak kota belum mampu mengikuti peningkatan jumlah sampah harian.

Sebagian besar sampah masih tidak terkelola dengan baik. Kondisi ini memperbesar risiko pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan masyarakat.

Laporan Kementerian LHK juga menunjukkan persentase sampah yang didaur ulang masih rendah. Kendala utama terletak pada pemilahan di pusat sumber yang belum berjalan optimal.

Minimnya fasilitas pengolahan membuat banyak sampah berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Penumpukan sampah mempercepat kepadatan TPA dan memicu potensi darurat lingkungan.

Kajian UGM tahun 2023 menjelaskan peningkatan volume sampah akan memperberat beban infrastruktur kota. Kapasitas TPA yang terbatas menuntut perbaikan sistem pengurangan sampah sejak hulu.

Di sisi masyarakat, perilaku membuang sampah sembarangan masih kerap ditemukan. Pola ini memperparah banjir dan penyumbatan saluran air.

Sejumlah daerah mulai memperluas program bank sampah untuk meningkatkan daur ulang. Program tersebut mendorong partisipasi warga dalam memilah sampah rumah tangga.

Upaya kolaboratif dibutuhkan untuk memutus rantai penumpukan sampah. Penguatan kebijakan, fasilitas memadai, dan keterlibatan publik menjadi kunci pengurangan beban lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....