Diprediksi Musim Hujan 2025/2026 Datang Lebih Cepat

  • 13 Sep 2025 19:34 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari: Musim hujan di Indonesia untuk periode 2025/2026 diprediksi akan datang lebih awal dari biasanya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa awal musim hujan sudah dimulai sejak Agustus di beberapa wilayah dan akan terus meluas dalam beberapa bulan ke depan.

Prediksi ini didasarkan pada analisis kondisi dinamika atmosfer global dan regional. Salah satu faktor utama adalah suhu muka laut di sekitar perairan Indonesia yang terpantau lebih hangat dari rata-rata, yang memicu pembentukan awan hujan lebih intensif. Selain itu, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) negatif juga diperkirakan akan bertahan hingga November 2025.

Menurut data BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim hujan secara bertahap. Puncak musim hujan juga tidak terjadi serentak di seluruh wilayah, melainkan bervariasi:

  • September-Oktober 2025: Musim hujan diperkirakan sudah dimulai di beberapa daerah seperti Aceh, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua Barat, dan sebagian Papua.

  • November-Desember 2025: Puncak musim hujan diprediksi terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera dan Kalimantan.

  • Januari-Februari 2026: Wilayah seperti Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua akan mengalami puncak musim hujan pada periode ini.

Secara umum, BMKG memprediksi bahwa 42,1% dari total Zona Musim (ZOM) di Indonesia akan mengalami musim hujan yang lebih cepat dari normal.

Meskipun secara umum sifat hujan diprediksi normal, BMKG mengingatkan bahwa sekitar 27,6% wilayah Indonesia berpotensi mengalami curah hujan di atas normal. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti: banjir dan banjir bandang, tanah longsor, angin kencang atau puting beliung

Selain itu, peningkatan kelembaban udara pada Desember 2025 hingga Januari 2026 juga berpotensi memicu lonjakan kasus penyakit tropis, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD).

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah mitigasi sejak dini. BMKG merekomendasikan agar pemerintah daerah dan masyarakat melakukan pembersihan saluran air, menyiapkan jalur evakuasi, dan mengedukasi masyarakat di daerah rawan bencana. Sektor pertanian juga disarankan untuk menyesuaikan pola tanam agar tidak mengalami kerugian akibat curah hujan yang lebih cepat dari biasanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....