Pangan Tradisional Kembali Mendapat Tempat di Meja Makan

  • 05 Agt 2026 07:06 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Dahulu, ketika beras menjadi simbol kemakmuran, berbagai pangan tradisional seperti singkong, ubi, jagung, sorgum, garut, hingga ganyong perlahan mulai ditinggalkan. Sebagian bahkan kerap dikaitkan dengan makanan pada masa sulit. Kini, seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya gizi seimbang, bahan-bahan pangan tersebut justru kembali diminati karena kandungan nutrisinya yang beragam.

Selain mudah dibudidayakan di berbagai wilayah Indonesia, pangan tradisional juga memiliki karakteristik gizi yang berbeda-beda. Singkong dan ubi merupakan sumber energi yang baik, jagung mengandung vitamin dan antioksidan, sementara sorgum dikenal kaya serat serta bebas gluten. Garut dan ganyong pun mulai kembali dilirik sebagai bahan pangan alternatif yang mudah dicerna dan dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan.

Meningkatnya minat terhadap pangan lokal juga didorong oleh perubahan gaya hidup masyarakat. Banyak orang mulai mengurangi konsumsi pangan olahan dan memilih bahan makanan yang lebih alami serta beragam. Tak sedikit pula pelaku usaha kuliner yang mengolah pangan tradisional menjadi produk modern, sehingga lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan, terutama generasi muda.

Menurut kajian yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients, pola makan yang mengutamakan pangan nabati utuh, termasuk serealia, umbi-umbian, dan biji-bijian yang kaya serat, berkaitan dengan penurunan risiko berbagai penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan obesitas. Temuan tersebut semakin menguatkan pentingnya keberagaman sumber pangan dalam mendukung kesehatan masyarakat.

Kembalinya pangan tradisional ke meja makan menunjukkan bahwa nilai sebuah makanan tidak ditentukan oleh citranya, melainkan oleh manfaat yang diberikannya. Di tengah berkembangnya tren hidup sehat, kekayaan pangan lokal Indonesia kembali mengingatkan bahwa solusi untuk masa depan bisa saja berasal dari bahan pangan yang telah diwariskan dan akrab dengan kehidupan masyarakat sejak lama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....