Jejak Laut Purba yang Menjadi Komoditas Bernilai Tinggi
- 05 Agt 2026 07:11 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Garam Pink Himalaya merupakan salah satu jenis garam mineral yang terkenal karena warna merah mudanya yang khas. Sebagian besar garam ini berasal dari Tambang Khewra di Pakistan, salah satu tambang garam tertua dan terbesar di dunia. Menurut sejumlah catatan sejarah, endapan garam tersebut terbentuk dari laut purba yang mengering jutaan tahun lalu, kemudian tertutup lapisan batuan sehingga tetap terjaga hingga kini.
Selain memiliki nilai sejarah, Garam Pink Himalaya juga menjadi komoditas yang banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan kuliner, dekorasi, hingga produk kesehatan. Proses penambangannya masih dilakukan secara hati-hati dengan mempertahankan struktur alami tambang. Pilar-pilar garam sengaja dibiarkan berdiri untuk menopang terowongan sekaligus menjaga kestabilan area penambangan.
Karakteristik Garam Pink Himalaya telah banyak dikaji dalam dunia ilmiah. Salah satu publikasi yang membahas kandungan mineralnya adalah jurnal Journal of Food Composition and Analysis. Jurnal tersebut menjelaskan bahwa garam Himalaya mengandung berbagai mineral dalam jumlah kecil yang memberikan warna khas, namun secara umum kandungan natrium tetap menjadi komponen utama sehingga penggunaannya tetap perlu dibatasi sesuai anjuran kesehatan.
Kini, Garam Pink Himalaya tidak hanya dikenal sebagai bahan penyedap makanan, tetapi juga menjadi daya tarik wisata geologi di Tambang Khewra. Perpaduan nilai sejarah, proses pembentukan geologi, dan pengelolaan tambang menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu destinasi yang menarik perhatian wisatawan serta peneliti dari berbagai negara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....