Kue Cucur, Jajanan Tradisional yang Tetap Bertahan Ditengah Modernisasi Kuliner

  • 05 Mei 2026 10:19 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Kue Cucur menjadi salah satu jajanan tradisional yang hingga kini masih eksis dan digemari masyarakat. Di tengah maraknya makanan modern, kue ini tetap memiliki tempat tersendiri karena cita rasanya yang khas dan nilai tradisi yang melekat di dalamnya.

Kue cucur dikenal dengan bentuknya yang bulat dengan bagian tengah yang lebih tebal dan lembut, sementara bagian pinggirnya tipis serta renyah. Warna cokelat keemasan yang dihasilkan berasal dari penggunaan gula merah sebagai bahan utama, yang juga memberikan aroma harum dan rasa manis alami yang khas.

Proses pembuatan kue cucur tergolong sederhana, namun membutuhkan keterampilan khusus. Adonan yang terdiri dari tepung beras, gula merah, dan air harus diolah dengan perbandingan yang tepat agar menghasilkan tekstur yang sempurna.

Saat digoreng, teknik menuang adonan dan pengaturan api menjadi kunci agar kue dapat mengembang dengan baik di bagian tengah. Di Kabupaten Muna, kue cucur tidak hanya dijadikan sebagai jajanan sehari-hari, tetapi juga sering hadir dalam berbagai kegiatan adat, acara keluarga, hingga perayaan keagamaan. Kehadirannya mencerminkan kekayaan kuliner lokal yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat.

Para pelaku usaha kecil dan pedagang tradisional masih mempertahankan cara pembuatan kue cucur secara tradisional, menggunakan peralatan sederhana seperti wajan kecil dan tungku. Hal ini dilakukan untuk menjaga cita rasa autentik yang menjadi ciri khas kue tersebut. Selain itu, kue cucur juga menjadi salah satu sumber penghasilan bagi masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga.

Seiring perkembangan zaman, inovasi mulai dilakukan dengan menghadirkan variasi rasa dan tampilan, seperti tambahan pandan, gula putih, hingga topping modern. Namun demikian, kue cucur klasik dengan bahan dasar gula merah tetap menjadi favorit utama masyarakat.

Pelestarian kue cucur sebagai warisan kuliner tradisional menjadi penting di tengah arus globalisasi. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, diharapkan dapat membantu memperkenalkan kue ini ke generasi muda melalui festival kuliner, pelatihan usaha, hingga promosi produk lokal.

Dengan cita rasa yang khas dan nilai budaya yang kuat, kue cucur diharapkan terus bertahan dan menjadi bagian dari identitas kuliner daerah, khususnya di Sulawesi Tenggara. (Sandra – FKIP UHO Kendari)

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....