Pasca Lebaran Idul Fitri, Menu ini Paling Banyak Dicari

  • 25 Mar 2026 10:52 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Merayakan idul fitri identi k dengan hidangan spesial, seperti rendang, opor, kari, dan kue kue kering khas lebaran, namun setelah merayakan Lebaran dengan berbagai hidangan khas yang kaya santan dan daging , banyak orang mulai merindukan makanan yang lebih ringan dan menyegarkan. Perubahan selera ini wajar terjadi karena tubuh membutuhkan keseimbangan setelah mengonsumsi makanan berat selama beberapa hari berturut-turut.

Berikut lima makanan yang paling diburu setelah momen Lebaran:

1. Bakso

Bakso menjadi pilihan utama bagi banyak orang usai Lebaran. Kuahnya yang hangat dan gurih terasa lebih ringan di perut, sekaligus membantu mengembalikan selera makan. Selain itu, bakso mudah ditemukan dan cocok dinikmati kapan saja.

2. Soto

Soto dikenal sebagai hidangan berkuah yang segar dan menggugah selera. Tambahan jeruk nipis dan sambal membuat rasanya semakin nikmat. Makanan ini sering menjadi alternatif setelah bosan dengan sajian bersantan.

3. Mie Ayam

Mie ayam juga termasuk makanan favorit setelah Lebaran. Tekstur mie yang lembut dipadukan dengan ayam berbumbu dan kuah kaldu ringan membuatnya terasa pas di lidah. Selain mengenyangkan, mie ayam juga tidak terlalu berat.

4. Rujak Buah

Setelah mengonsumsi makanan berlemak, banyak orang mencari sesuatu yang segar seperti rujak buah. Perpaduan buah segar dengan bumbu kacang pedas-manis memberikan sensasi menyegarkan dan membantu menetralisir rasa enek.

5. Pecel atau Gado-Gado

Makanan berbasis sayuran seperti pecel dan gado-gado menjadi pilihan sehat setelah Lebaran. Kandungan sayur yang tinggi membantu tubuh kembali mendapatkan asupan nutrisi seimbang, sekaligus memberikan rasa ringan setelah terlalu banyak makan daging.

6. Sinonggi

Saat ini menjadi bahan pokok utama kebutuhan di kalangan masyarakat Tolaki. Panganan ini bersaing dengan nasi yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat setiap harinya.

Dalam budaya suku Tolaki, ada sebuah tradisi yang bernama Mosonggi, yaitu tradisi menyantap sinonggi bersama-sama. Penamaan Sinonggi ini berasal dari bahasa lokal suku Tolaki yaitu “o songgi” atau “posonggi”.

Kata ini merujuk pada alat serupa dengan sumpit yang terbuat dari bambu, gunanya untuk mengambil Sinonggi dari wadahnya. Sinonggi mengandung karbohidrat seperti nasi.

Sinonggi hampir mirip dengan papeda, tetapi membedakannya dari segi penyajian dan cara menyantapnya. Papeda biasanya hanya disantap dengan kuah atau sayur kuning, tapi Sinonggi dapat disajikan sesuai selera penyantapnya.

Momen setelah Lebaran sering kali menjadi waktu untuk menyegarkan kembali pola makan. Pilihan makanan yang lebih ringan, segar, dan bergizi menjadi favorit banyak orang. Hal ini menunjukkan bahwa tubuh secara alami mencari keseimbangan setelah menikmati hidangan khas hari raya.

Dengan memilih makanan yang tepat, tubuh tidak hanya terasa lebih nyaman, tetapi juga siap kembali menjalani aktivitas dengan lebih produktif.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....