Matcha adalah Teh, Tetapi Teh Belum Tentu Matcha
- 25 Jan 2026 23:03 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Matcha dikenal sebagai teh berbentuk bubuk berwarna hijau yang semakin populer dalam berbagai sajian minuman dan makanan. Meski berasal dari tanaman teh, matcha tidak dapat disamakan dengan semua jenis teh karena memiliki karakter dan proses pengolahan yang khusus.
Matcha berasal dari tanaman Camellia sinensis, sama seperti teh hijau, teh hitam, dan teh oolong. Namun, Louise Cheadle dan Nick Kilby dalam buku The Book of Matcha menjelaskan bahwa daun teh untuk matcha ditanam dengan teknik peneduhan sebelum panen guna meningkatkan kandungan klorofil dan asam amino.
Setelah dipanen, daun teh untuk matcha diproses dengan cara dikukus, dikeringkan, lalu digiling hingga menjadi bubuk sangat halus. Proses ini membedakan matcha dari teh pada umumnya yang disajikan dengan cara menyeduh daun kering dan memisahkan ampasnya.
Cara konsumsi matcha juga berbeda dari teh seduh. Matcha diminum dengan melarutkan seluruh bubuk daun ke dalam air, sehingga daun teh dikonsumsi secara utuh, bukan hanya ekstraknya.
Perbedaan proses tersebut menghasilkan karakter khas pada matcha. Warna hijau yang lebih pekat dan rasa umami yang menonjol menjadi ciri utama yang membedakannya dari teh hijau biasa.
Dalam perkembangannya, matcha tidak hanya dikonsumsi sebagai minuman. Bubuk matcha juga digunakan sebagai bahan campuran makanan dan minuman lain, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap variasi produk berbasis teh.
Pemahaman mengenai proses pembuatan matcha penting untuk membedakannya dari jenis teh lainnya. Hal ini menegaskan bahwa matcha merupakan bagian dari teh, tetapi tidak semua teh dapat disebut sebagai matcha.
Keberadaan matcha menunjukkan keragaman produk teh yang berkembang dari satu tanaman yang sama. Perbedaan teknik budidaya dan pengolahan menghasilkan variasi bentuk, rasa, dan cara konsumsi teh di berbagai budaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....