Gorengan Sehat, Bukan Lagi Mitos
- 29 Sep 2025 22:52 WIB
- Kendari
KBRN, Kendari: Gorengan adalah camilan favorit masyarakat Indonesia, tetapi sering kali dianggap tidak sehat karena kandungan lemak jenuhnya yang tinggi dan cara pengolahan yang kurang higienis.
Salah satu perhatian utama adalah penggunaan minyak jelantah, yang diketahui dapat menghasilkan senyawa berbahaya seperti akrilamida. Senyawa ini dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker dan gangguan sistem saraf.
Menurut Kementerian Kesehatan RI, mengonsumsi makanan yang digoreng dalam minyak yang digunakan berulang kali dapat membahayakan kesehatan, terutama jika suhu penggorengan terlalu tinggi atau minyak sudah berubah warna dan berbau tengik (Kemenkes RI, 2021).
Meski begitu, gorengan tetap bisa dinikmati dengan cara yang lebih sehat. Teknik seperti memanggang di oven, menggunakan air fryer, atau menggoreng dengan sedikit minyak (shallow frying) dapat membantu mengurangi asupan lemak jenuh.
Selain itu, pemilihan bahan juga sangat berpengaruh—menggunakan tahu, tempe, atau sayuran sebagai bahan dasar jauh lebih baik dibandingkan produk olahan seperti sosis atau nugget instan. Penambahan rempah-rempah alami sebagai pengganti penyedap rasa juga membantu menjaga kualitas gizi.
Dengan pengolahan yang tepat, gorengan bukanlah musuh utama bagi kesehatan. Kuncinya adalah keseimbangan: tidak dikonsumsi berlebihan, memilih bahan dan minyak yang baik, serta memperhatikan frekuensi konsumsinya.
Jadi, gorengan sehat bukan mitos—hanya perlu sedikit usaha untuk membuatnya lebih aman dinikmati tanpa rasa bersalah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....