Bahaya Uap Rokok Elektrik

  • 22 Jun 2024 05:04 WIB
  •  Kendari

KBRN ,Kendari, Paparan uap rokok elektrik atau vape tidak hanya berdampak pada manusia tetapi juga pada lingkungan.menurut pengajar di Departemen Pulmonologi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Aditya Wirawan, emisi dan limbah vape mengandung sejumlah nikotin dan bahan kimia beracun. Ini dapat menjadi sumber polusi lingkungan.

Paparan secondhand vaping tidak sama dengan paparan asap perokok pasif dari rokok konvensional.

Menurut Action on Smoking and Health (ASH), sebagian besar zat berbahaya yang ada dalam asap rokok konvensional tidak ada dalam vape. Apabila ada, jumlahnya jauh lebih rendah kurang dari 1 persen.

“Meskipun dampaknya mungkin berbeda dari asap rokok konvensional, paparan aerosol vape tetap memiliki risiko kesehatan.”

Dampak dari paparan asap vape bagi secondhand vaping antara lain:

  • Iritasi saluran napas
  • Bronkitis
  • Sesak napas
  • Eksaserbasi asma dan sebagainya.

Paparan secondhand vaping dapat menyebabkan peningkatan risiko masalah kesehatan pernapasan, terutama pada anak-anak dan individu yang sudah memiliki masalah pernapasan.

asap vape atau rokok elektrik ternyata tidak jauh berbeda dengan asap rokok tembakau. Bahayanya pun tak hanya untuk penggunanya, tetapi juga bagi orang di sekelilingnya. Lantas, haruskah para non-perokok khawatir soal potensi efek samping dari menghirup udara yang sudah bercampur dengan asap vape, layaknya bahaya menghirup asap rokok tembakau?

Apa saja bahaya asap vape?

Studi dan bukti ilmiah kuat yang membahas efek kesehatan dari paparan asap vape pada orang yang menghirupnya masih sangat terbatas.

Namun, kebanyakan pakar kesehatan sejauh ini berspekulasi bahwa paparan polutan dari rokok elektrik mungkin bisa memicu masalah kesehatan sama seperti asap dari rokok kretek maupun rokok filter.

Ini karena partikel super halus yang terangkut bersama asap mungkin dapat menumpuk di paru-paru.

Partikel tersebut dapat memperburuk masalah pernapasan yang dimiliki seseorang, misalnya asma dan menyempitkan pembuluh darah yang bisa memicu serangan jantung.

Tak hanya itu, asap rokok elektrik juga memiliki bahaya berupa peningkatan risiko kanker tertentu.

Ini karena asap vape mengandung beberapa karsinogen.

Selain bagi pengguna vape, asap rokok elektronik ini juga berbahaya bagi orang-orang di sekelilingnya.

Anak-anak

Salah satu pihak yang paling berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat bahaya asap vape adalah anak-anak. Ini karena daya tahan tubuh mereka tidak sekuat orang dewasa.

Sebuah studi yang dipublikasikan jurnal Preventing Chronic Diseasemeneliti soal bahaya asap vape terhadap anak-anak.

Jurnal tersebut menyebutkan bahwa asap vape mengandung nikotin dapat membahayakan perkembangan janin pada ibu hamil hingga orang dewasa, khususnya pada fungsi otak dan paru-paru.

Wanita hamil

Jurnal Preventing Chronic Disease juga menyatakan bahwa partikel nikotin pada asap vape yang terhirup oleh wanita hamil berbahaya bagi kandungannya, seperti berisiko menyebabkan:

· berat badan lahir rendah pada bayi,

· persalinan prematur,

· lahir mati, dan

· sindrom kematian bayi mendadak.

Orang dengan penyakit paru-paru

Asap vape memiliki bahaya yang lebih parah untuk mereka yang mengidap penyakit paru-paru.

Aerosol vape mengandung perasa, seperti diacetyl, yakni bahan kimia yang dapat merusak fungsi silia di saluran pernapasan.

Ini dapat membuat penyakit paru-paru semakin parah. Zat kimia berbahaya tersebut berkaitan dengan gangguan paru-paru, seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) .


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....