UMW Gelar Edukasi DBD dan Kenalkan Smart-Ovitrap IoT di Matanggonawe Konawe Utara

  • 07 Okt 2026 11:56 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Konawe Utara - Program Studi D3 Sanitasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Mandala Waluya melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Edukasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Pengenalan Smart-Ovitrap Berbasis IoT” di Desa Matanggonawe, Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe Utara, pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. PKM dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi dalam mendukung pemantauan keberadaan nyamuk Aedes aegypti di lingkungan masyarakat.

Materi kegiatan disampaikan oleh Agus Kurniawan Putra, S.Pd., M.Si., dosen Program Studi D3 Sanitasi Universitas Mandala Waluya. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan edukasi mengenai DBD, karakteristik dan perilaku nyamuk Aedes aegypti, tempat-tempat yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk, serta pentingnya pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus secara konsisten di lingkungan rumah dan permukiman.

Selain edukasi pencegahan DBD, masyarakat juga diperkenalkan dengan Smart-Ovitrap berbasis Internet of Things (IoT) sebagai inovasi teknologi untuk membantu pemantauan keberadaan nyamuk. Pengenalan teknologi tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung kegiatan pemantauan vektor DBD secara lebih teratur dan terdokumentasi.

Menurut Agus Kurniawan Putra, upaya pencegahan DBD tidak hanya bergantung pada tindakan ketika kasus telah ditemukan, tetapi perlu dimulai dari peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjaga kondisi lingkungan dan melakukan pemantauan terhadap tempat-tempat yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk.

“Pencegahan DBD perlu dimulai dari lingkungan terdekat kita. Melalui edukasi dan pengenalan Smart-Ovitrap berbasis IoT, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami bagaimana DBD dapat dicegah, tetapi juga mengenal alternatif teknologi yang dapat membantu pemantauan keberadaan nyamuk di lingkungan tempat tinggal,” ujar Agus Kurniawan Putra, S.Pd., M.Si.

Pemilihan Desa Matanggonawe sebagai lokasi kegiatan juga memberikan konteks penting bagi edukasi kesehatan lingkungan, terutama dalam mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengenali kondisi lingkungan permukiman dan potensi tempat perkembangbiakan nyamuk. Karena itu, kegiatan tidak hanya menekankan aspek teknologi, tetapi juga memperkuat pentingnya perubahan perilaku dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Melalui kegiatan PKM ini, Program Studi D3 Sanitasi Universitas Mandala Waluya berharap masyarakat semakin memahami pentingnya deteksi dini keberadaan nyamuk, mampu mengenali dan mengendalikan tempat-tempat potensial perkembangbiakan Aedes aegypti, serta semakin aktif melaksanakan PSN 3M Plus.

Kolaborasi antara Universitas Mandala Waluya dan Pemerintah Desa Matanggonawe diharapkan turut memperkuat upaya promotif dan preventif dalam bidang kesehatan lingkungan di tingkat masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kontribusi perguruan tinggi dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan dengan permasalahan kesehatan yang dihadapi masyarakat.

Dengan semangat “Bersama Masyarakat, Mewujudkan Desa Pesisir yang Sehat dan Bebas Risiko DBD,” kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun masyarakat yang lebih sadar, siap, dan mandiri dalam melakukan pencegahan DBD serta menjaga kesehatan lingkungan secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....