Prodi D3 Sanitasi UMW Bangun Rumah Kompos Terpadu di Matanggonawe Konawe Utara

  • 07 Okt 2026 07:50 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Konawe Utara - Sebagai upaya memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik dan mewujudkan pertanian berkelanjutan, dosen dan mahasiswa Program Studi D3 Sanitasi Universitas Mandala Waluya (UMW) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Matanggonawe, Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe Utara, Kamis 1 Oktober 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan di desa binaan Prodi D3 Sanitasi UMW ini mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Pembentukan Rumah Kompos Terpadu untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan”.

Ketua Program Studi D3 Sanitasi UMW sekaligus salah satu dosen pelaksana kegiatan, La Ode Tasrun, SKM., M.Kes., menyampaikan edukasi kepada warga sangat penting dilakukan untuk mengubah kebiasaan membuang atau membakar sampah, menjadi langkah pemanfaatan bernilai guna.

“Rumah Kompos Terpadu ini bukan hanya sekadar tempat mengolah sampah, tetapi menjadi wadah pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan lingkungan permukiman yang bersih, sekaligus menghasilkan kompos yang sangat bermanfaat bagi sektor pertanian lokal,” ujar Tasrun.

Dalam praktiknya, tim dosen dan mahasiswa memberikan edukasi menyeluruh kepada warga setempat. Edukasi tersebut meliputi teknik dasar pembuatan kompos, cara memilah bahan organik (seperti sisa makanan, daun, rumput, dan limbah pertanian), pengaturan kelembapan dan aerasi, hingga cara mengenali ciri-ciri kompos yang telah matang dan siap panen.

Nantinya, Rumah Kompos Terpadu ini akan difungsikan sebagai pusat kegiatan warga dalam memilah dan mengolah sampah rumah tangga. Kompos organik yang dihasilkan kemudian dapat dimanfaatkan secara langsung sebagai pupuk untuk meningkatkan kesuburan tanah pertanian di Desa Matanggonawe.

Selain dosen, keterlibatan aktif mahasiswa D3 Sanitasi UMW juga menjadi sorotan dalam kegiatan ini. Para mahasiswa tidak hanya membantu proses teknis pengomposan di lapangan, tetapi juga memberikan penyuluhan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan permukiman warga.

Melalui program ini, Prodi D3 Sanitasi UMW berharap masyarakat Desa Matanggonawe dapat memiliki sistem tata kelola sampah organik yang mandiri dan berkelanjutan, yang pada akhirnya mampu memberikan nilai tambah baik secara ekonomi maupun ekologi.

Ke depan, kegiatan ini akan terus dipantau melalui program pendampingan lanjutan. Harapannya, Rumah Kompos Terpadu di Matanggonawe dapat berjalan optimal dan menjadi desa percontohan tata kelola sampah organik berbasis masyarakat bagi desa-desa lain di wilayah Konawe Utara.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....