Lagi Musim Flu, Bisakah Ayam Peliharaan Ikut Tertular?

  • 04 Okt 2026 20:28 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Memasuki periode ketika kasus influenza pada manusia meningkat, sebagian masyarakat yang memelihara ayam di rumah mungkin bertanya-tanya, apakah flu yang dialami manusia bisa ikut menular kepada ayam peliharaan?

Pertanyaan ini penting karena istilah influenza juga dikenal pada unggas. Namun, influenza pada manusia dan flu burung bukanlah penyakit yang sama.

Dilansir dari World Organisation for Animal Health atau WOAH, avian influenza atau flu burung merupakan penyakit yang terutama menyerang burung dan disebabkan oleh virus influenza tipe A. Penyakit ini dapat menyerang unggas domestik maupun burung liar.

Sementara itu, influenza musiman pada manusia umumnya disebabkan oleh virus influenza yang beradaptasi pada manusia. Karena karakteristik virus dan inangnya berbeda, flu manusia tidak bisa begitu saja dianggap dapat menular kepada ayam peliharaan.

WOAH juga menegaskan bahwa virus influenza unggas dan influenza musiman pada manusia merupakan hal yang berbeda. Virus influenza unggas terutama menyebar di antara burung dan dapat berpindah melalui kontak dengan burung yang terinfeksi maupun lingkungan yang telah tercemar virus.

Lalu, apakah ayam peliharaan tetap bisa terkena influenza?

Jawabannya, bisa. Namun yang perlu diwaspadai adalah avian influenza atau flu burung, bukan sekadar flu musiman yang sedang dialami manusia.

Menurut MSD Veterinary Manual, influenza unggas dapat menyerang berbagai jenis unggas, termasuk ayam. Pada jenis virus tertentu, infeksi dapat menyebabkan gangguan pernapasan, penurunan produksi telur hingga kematian dalam jumlah tinggi.

Penularan pada unggas dapat terjadi melalui kontak dengan burung yang terinfeksi, kotoran, cairan tubuh, pakan atau air yang tercemar, serta peralatan dan lingkungan kandang yang terkontaminasi. Burung liar juga dapat menjadi salah satu sumber masuknya virus ke lingkungan unggas peliharaan.

Karena itu, pemilik ayam di rumah tetap perlu memperhatikan kondisi hewan peliharaannya.

CDC menyebutkan beberapa tanda yang perlu diperhatikan pada unggas, antara lain ayam terlihat lebih banyak diam, makan atau minum lebih sedikit, bulu mengembang, mengalami diare, mengeluarkan cairan dari mata atau hidung, mengalami kesulitan bernapas, produksi telur menurun atau bentuk telur berubah. Kematian unggas secara tiba-tiba juga perlu mendapat perhatian.

Jika menemukan ayam sakit atau mati secara tidak wajar, masyarakat sebaiknya tidak langsung menyentuhnya dengan tangan kosong. Kementerian Kesehatan mengingatkan pentingnya menghindari kontak dengan unggas yang sakit atau mati mendadak dan melaporkan kejadian tersebut kepada dinas peternakan atau instansi terkait.

Hal ini juga penting bagi manusia. Menurut CDC, manusia dapat tertular virus flu burung terutama setelah melakukan kontak dekat tanpa perlindungan dengan unggas atau hewan lain yang terinfeksi. Virus dapat ditemukan pada cairan pernapasan, air liur, lendir dan kotoran hewan yang terinfeksi.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan RI melaporkan adanya peningkatan kasus influenza pada manusia pada akhir September 2026. Namun, peningkatan tersebut masih mengikuti pola musiman yang umum terjadi dan tidak otomatis menunjukkan adanya wabah.

Jadi, masyarakat yang sedang flu tidak perlu langsung khawatir akan menularkan flu musiman kepada ayam peliharaan. Yang lebih penting adalah menjaga kebersihan, memisahkan unggas dari burung liar, menjaga kebersihan kandang dan segera melaporkan apabila terdapat ayam yang sakit atau mati secara tidak wajar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....