Kabut Asap Picu ISPA, Kemenkes Imbau Pakai Masker
- 17 Sep 2026 18:35 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk menggunakan masker saat kualitas udara memburuk serta membatasi aktivitas di luar ruangan. Imbauan ini penting diterapkan seiring masih berlangsungnya karhutla di sejumlah daerah hingga pertengahan September 2026.
Melalui keterangan resmi yang dipublikasikan laman Kementerian Kesehatan RI, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa asap karhutla mengandung partikel halus PM2,5 yang berbahaya bagi saluran pernapasan. Partikel ini berukuran kurang dari 2,5 mikrometer sehingga mampu terhirup hingga ke bagian terdalam paru-paru.
"Yang pertama untuk karhutla, banyak partikel-partikel, istilahnya PM2.5. Itu banyak bertebaran di udara dan itu sangat mengganggu paru-paru kita, pernapasan kita, banyak penyakit pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA," kata Budi.
Berdasarkan data Kemenkes, karhutla telah berdampak pada puluhan kabupaten/kota yang tersebar di tujuh provinsi, yakni Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Sejumlah provinsi di antaranya telah menetapkan status siaga darurat bencana seiring kemarau panjang yang berlangsung sejak awal 2026.
Paparan asap karhutla dapat memicu beragam keluhan, mulai dari iritasi mata, tenggorokan gatal, batuk, hingga sesak napas. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian khusus bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta warga dengan riwayat asma maupun penyakit paru.
Selain memakai masker, Kemenkes menganjurkan masyarakat rutin memantau indeks kualitas udara melalui aplikasi resmi sebelum memutuskan beraktivitas di luar rumah, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta memperbanyak konsumsi air putih. Masyarakat juga diingatkan agar tidak menyepelekan gejala pernapasan ringan. Warga yang mengalami sesak napas, batuk menetap, nyeri dada, hingga iritasi mata berat diimbau segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit terdekat sebelum kondisi memburuk.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....