Edukasi Kesehatan Diperkuat, Kendari Target Bebas TB 2030

  • 15 Sep 2026 11:38 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID,Kendari — Upaya meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam menjalani pengobatan Tuberkulosis (TB) terus diperkuat melalui edukasi kesehatan dan pelacakan kasus secara aktif di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) dan Penyakit Tidak Menular (PTM) Dinas Kesehatan Kota Kendari, Nur Rachmi Juhira Lapalulu, S.Kep., Ns., M.Kes, saat menjadi narasumber program Indonesia Sehat dengan tema “Peran Edukasi Kesehatan Dalam Peningkatan Kepatuhan Pengobatan Tuberkulosis” di Studio Pro 1, Senin 14 September 2026.

Nur Rachmi menjelaskan, edukasi terkait Tuberkulosis telah banyak dilakukan sebagai bagian dari upaya mendukung program nasional penanggulangan TB. Menurutnya, keberhasilan program tersebut menjadi perhatian serius karena pemerintah menargetkan Indonesia terbebas dari penyakit TB pada 2030.

“Untuk edukasi yang telah dilakukan sudah sangat banyak, apalagi terkait TB ini, di mana ini merupakan salah satu program nasional yang sangat ditekankan untuk keberhasilannya karena di tahun 2030 nanti diupayakan bahwa kami sudah terbebas dari penyakit TB,” ujar Nur Rachmi.

Nur Rachmi menambahkan, berbagai upaya penanggulangan TB tidak terlepas dari peran petugas kesehatan yang berada di tengah masyarakat. Salah satu ujung tombak dalam menemukan kasus TB adalah petugas di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), khususnya pengelola atau programmer TB.

Petugas tersebut secara aktif melakukan pencarian terhadap masyarakat yang diduga mengalami TB melalui kegiatan screening di lapangan.

“Adapun upaya yang sudah dilakukan tidak terlepas dari peran serta petugas kesehatan yang ada di masyarakat, terutama teman-teman yang ada di puskesmas, terutama programmer TB untuk mencari pasien yang terduga TB di lapangan dengan istilah screening,” jelasnya.

Menurut Nur Rachmi, penemuan kasus secara dini menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai penularan TB. Masyarakat yang terindikasi memiliki gejala maupun faktor risiko TB perlu mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut sehingga dapat segera memperoleh penanganan apabila dinyatakan positif.

Selain penemuan kasus, edukasi juga menjadi bagian penting dalam memastikan pasien menjalani pengobatan secara teratur hingga tuntas. Kepatuhan pasien terhadap pengobatan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan penanganan TB sekaligus mencegah munculnya kasus TB yang resistan terhadap obat.

Karena itu, kolaborasi antara tenaga kesehatan, masyarakat, keluarga pasien, serta berbagai pihak dinilai diperlukan untuk memperkuat upaya pengendalian TB di Kota Kendari.

Melalui edukasi yang berkelanjutan dan kegiatan screening di masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Kendari terus mendorong peningkatan penemuan kasus sekaligus kepatuhan pengobatan sebagai bagian dari kontribusi daerah terhadap target nasional eliminasi TB pada 2030.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....