Rutin Makan Telur Dikaitkan Risiko Alzheimer Rendah
- 28 Agt 2026 15:18 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal The Journal of Nutrition menemukan kaitan antara konsumsi telur secara rutin dengan risiko penyakit Alzheimer yang lebih rendah pada kelompok lanjut usia. Penelitian yang dilakukan tim dari Loma Linda University, Amerika Serikat, ini melibatkan hampir 40.000 partisipan berusia 65 tahun ke atas yang tergabung dalam Adventist Health Study-2, sebuah studi jangka panjang di Amerika Serikat dan Kanada yang mengamati hubungan gaya hidup, pola makan, dan penyakit.
Seluruh partisipan dipantau secara berkala selama rata-rata lebih dari 15 tahun, dan tidak memiliki riwayat Alzheimer maupun gangguan memori serius pada awal penelitian. Hasilnya menunjukkan bahwa partisipan yang mengonsumsi telur satu hingga tiga kali per bulan memiliki risiko Alzheimer 17 persen lebih rendah dibanding yang tidak mengonsumsi telur sama sekali. Sementara itu, kelompok yang mengonsumsi telur dua hingga empat kali seminggu tercatat memiliki penurunan risiko sekitar 20 persen, dan mereka yang mengonsumsi telur lima kali atau lebih dalam seminggu memiliki risiko Alzheimer hingga 27 persen lebih rendah.
| Baca juga: Makanan Karsinogenik Pemicu Kanker Tubuh |
Menurut ahli saraf Dr. Dale Bredesen, yang telah menangani ribuan pasien dengan penurunan fungsi kognitif, manfaat telur bagi otak diduga berasal dari kandungan kolin di dalamnya. Kolin merupakan prekursor asetilkolin, salah satu neurotransmiter yang berperan penting dalam proses belajar dan daya ingat. Selain kolin, telur juga mengandung antioksidan seperti lutein yang membantu melindungi sel-sel otak, serta asam lemak omega-3 yang mendukung struktur otak dan membantu meredam peradangan.
Ahli gizi Chantelle van der Merwe menjelaskan bahwa penderita Alzheimer umumnya mengalami kekurangan kolin dan DHA, sejenis lemak omega-3, di dalam otak mereka. Telur menjadi salah satu dari sedikit makanan yang mengandung kedua nutrisi tersebut sekaligus, di mana keduanya diketahui bekerja lebih baik ketika dikonsumsi bersamaan dibandingkan secara terpisah. Satu butir telur diperkirakan mengandung sekitar 150 miligram kolin, sementara kebutuhan harian yang dianjurkan berkisar 425 miligram untuk perempuan dan 550 miligram untuk laki-laki.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa hasil ini menunjukkan adanya kaitan atau korelasi, bukan bukti bahwa konsumsi telur secara langsung mencegah Alzheimer, mengingat masih banyak faktor lain yang turut memengaruhi risiko seseorang mengalami penyakit tersebut. Dr. Bredesen menambahkan bahwa faktor gaya hidup secara keseluruhan, seperti pola makan tinggi karbohidrat olahan, kurangnya aktivitas fisik, dan tingkat stres, turut berkontribusi terhadap risiko gangguan kognitif melalui sindrom metabolik.
Bagi masyarakat yang ingin memasukkan lebih banyak telur ke dalam pola makan, konsumsi dalam jumlah sedang sebagai bagian dari pola makan sehat secara keseluruhan dinilai menjadi pendekatan yang paling tepat, tanpa mengabaikan sumber gizi lain seperti sayuran, buah, dan protein dari sumber lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....