Kenali Gejala influenza, Kelompok Rentan dan Cara Penanganannya
- 23 Agt 2026 19:30 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Penyakit flu atau influenza seringkali dipandang sebelah mata dan dianggap sama dengan pilek biasa (common cold). Padahal, infeksi virus pernapasan ini berpotensi memicu komplikasi yang mengancam jiwa, terutama jika menyerang kelompok rentan.
Dilansir dari laman kesehatan Cleveland Clinic, influenza adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza. Ada beberapa tipe virus ini, namun tipe A dan B adalah yang paling umum memicu gejala berat serta wabah musiman. Virus ini menyebar dengan sangat cepat; satu orang yang terinfeksi dapat menularkannya kepada satu hingga dua orang lain melalui percikan air liur (droplet) saat batuk, bersin, berbicara, atau saat seseorang menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi lalu menyentuh wajah mereka.
Gejala yang Datang Tiba-tiba
Berbeda dengan pilek biasa yang gejalanya muncul perlahan dan cenderung ringan, gejala influenza menyerang secara tiba-tiba dalam kurun waktu satu hingga empat hari setelah seseorang terpapar virus.
Penderita biasanya akan langsung merasakan demam, menggigil, nyeri otot dan tubuh, batuk, sakit kepala, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, dan rasa lelah yang ekstrem. Pada kasus anak-anak, infeksi ini juga kerap disertai dengan gejala pencernaan seperti muntah dan diare.
Kelompok Risiko Tinggi
Meski sebagian besar orang dapat pulih dalam beberapa hari hingga dua minggu, influenza bisa sangat berbahaya bagi kelompok tertentu. Virus ini dapat memicu infeksi sekunder seperti infeksi telinga, sinus, hingga radang paru-paru (pneumonia) parah.
Masyarakat yang masuk dalam kategori risiko tinggi mengalami komplikasi fatal meliputi:
| Baca juga: Efek Makan Buah di Malam Hari |
- Anak-anak di bawah usia 5 tahun dan lansia di atas 65 tahun.
- Ibu hamil.
- Penderita penyakit kronis seperti asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), diabetes, dan gangguan jantung atau ginjal.
- Individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah (misalnya penderita kanker atau HIV/AIDS).
- Seseorang dengan obesitas (BMI di atas 30).
Penanganan dan Pengobatan
Sebagian besar penderita dapat memulihkan diri di rumah dengan beristirahat total, memperbanyak minum cairan untuk mencegah dehidrasi, serta menggunakan obat bebas seperti parasetamol atau ibuprofen untuk meredakan demam dan nyeri.
Namun, bagi mereka yang berisiko tinggi atau memiliki gejala berat, dokter dapat meresepkan obat antivirus. Obat ini terbukti paling efektif mengurangi keparahan dan durasi sakit jika mulai dikonsumsi dalam kurun waktu 48 jam pertama sejak gejala muncul.
Langkah Pencegahan dan Kapan Harus ke UGD
Pakar kesehatan sangat merekomendasikan pemberian vaksinasi flu tahunan sebagai benteng pertahanan utama. Vaksin harus diulang setiap tahun karena virus influenza terus bermutasi dari waktu ke waktu. Pencegahan juga wajib dibarengi dengan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, menutup mulut dan hidung saat bersin, serta tidak berbagi peralatan makan.
Masyarakat juga diimbau untuk segera mencari pertolongan medis darurat (UGD) apabila penderita menunjukkan tanda-tanda bahaya, seperti:
- Demam sangat tinggi (di atas 40°C).
- Kesulitan bernapas atau sesak napas.
- Nyeri dada atau perut yang tidak kunjung hilang.
- Linglung, pusing terus-menerus, dan kelemahan otot yang parah.
- Kulit, bibir, atau kuku yang membiru (sianosis), menandakan tubuh kekurangan oksigen.
Menjaga kebersihan dan kesadaran akan kondisi tubuh adalah kunci untuk terhindar dari bahaya komplikasi influenza. Jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter jika gejala flu tak kunjung membaik setelah sepekan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....