Mengenal Exercise Stress Test: Deteksi Dini Penyakit Jantung

  • 23 Agt 2026 19:29 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Menjaga kesehatan jantung merupakan langkah krusial untuk memastikan kualitas hidup yang lebih baik. Untuk mendeteksi potensi masalah pada jantung sejak dini, dunia medis kerap merekomendasikan sebuah metode evaluasi yang dikenal sebagai Exercise Stress Test atau uji latih jantung.

Berdasarkan informasi dari Cleveland Clinic, Exercise Stress Test adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk melihat seberapa baik jantung merespons saat dipacu bekerja pada kapasitas maksimalnya. Dalam praktiknya, pasien biasanya akan diminta berjalan di atas treadmill atau mengayuh sepeda statis, sementara aktivitas kelistrikan jantung dipantau secara ketat menggunakan alat Elektrokardiogram (EKG).

Melalui tes ini, tenaga medis dapat mengevaluasi banyak hal, mulai dari seberapa kuat jantung memompa darah, memastikan pasokan darah tetap memadai ke otot jantung, hingga melihat stabilitas listrik jantung saat istirahat maupun saat aktivitas fisik berat.

Pemeriksaan ini sangat disarankan bagi masyarakat yang kerap mengalami keluhan mencurigakan seperti nyeri dada (angina), detak jantung yang cepat atau tidak beraturan (aritmia), keluhan sesak napas, hingga pusing yang tak tertahankan. Selain untuk mendeteksi gejala, tes ini juga direkomendasikan bagi pasien berisiko tinggi seperti penderita diabetes, tekanan darah tinggi, atau mereka yang ingin mulai berolahraga setelah sempat didiagnosis memiliki riwayat penyakit jantung.

Bagi pasien yang tidak memungkinkan melakukan aktivitas fisik, tenaga medis dapat memberikan obat khusus melalui pembuluh darah vena guna merangsang efek olahraga pada jantung, membuat detaknya lebih cepat dan kuat.

Meski mengharuskan jantung berdegup kencang, prosedur ini diklaim sangat aman karena dilakukan langsung di bawah pengawasan fisiolog olahraga dan ahli kardiologi. Sebagai persiapan sebelum melakukan tes, pasien umumnya akan diinstruksikan untuk berpuasa selama beberapa jam, menghindari konsumsi kafein selama 24 jam, dan dilarang merokok.

Dengan deteksi dini melalui uji latih jantung, masalah atau sumbatan pada kardiovaskular dapat ditangani lebih cepat sebelum menimbulkan komplikasi serius seperti serangan jantung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....