Mengenal NPD: Lebih dari Sekadar Egois dan Haus Pujian

  • 23 Agt 2026 07:45 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Istilah narsistik sering kali disematkan pada orang yang terlalu peduli pada penampilan fisik, hobi swafoto, atau suka menyombongkan diri. Namun, dalam dunia medis, narsisme bisa menjadi kondisi kesehatan mental yang kompleks. Dikutip dari Cleveland Clinic, kondisi ini dikenal sebagai Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau Gangguan Kepribadian Narsistik.

Menurut Cleveland Clinic, NPD bukanlah sekadar sifat arogan atau egois biasa. Kondisi ini adalah gangguan kesehatan mental yang memengaruhi bagaimana seseorang menilai dirinya sendiri, identitasnya, dan bagaimana ia memperlakukan orang lain. Seseorang dengan NPD memiliki kebutuhan yang berlebihan untuk membuat orang lain terkesan atau merasa dirinya sangat penting. Ironisnya, di balik topeng rasa percaya diri yang tinggi, mereka sering kali memiliki harga diri yang rapuh dan sangat berjuang menghadapi perasaan gagal atau penolakan.

Gejala dan Tanda-Tanda Berdasarkan informasi dari Cleveland Clinic, seseorang dengan NPD biasanya menunjukkan perilaku yang berpusat pada kepentingannya sendiri tanpa memedulikan dampaknya terhadap orang lain. Beberapa gejala utamanya meliputi:

  1. Rasa kepentingan diri yang berlebihan (Grandiose): Sering melebih-lebihkan bakat atau pencapaian mereka.
  2. Fantasi kesuksesan: Terobsesi dengan fantasi mengenai kesuksesan, kekuasaan, kecerdasan, kecantikan, atau cinta yang ideal.
  3. Merasa superior: Percaya bahwa dirinya spesial, unik, dan hanya pantas bergaul dengan orang-orang atau institusi berstatus tinggi.
  4. Haus kekaguman: Memiliki kebutuhan yang konstan untuk dipuji dan diperhatikan karena harga diri mereka yang sebenarnya sangat rapuh.
  5. Rasa berhak (Entitlement): Berharap mendapat perlakuan khusus dan marah jika orang lain tidak menuruti keinginan mereka.
  6. Eksploitatif: Tidak ragu memanfaatkan atau memanipulasi orang lain demi mencapai tujuan pribadi.
  7. Kurangnya empati: Kesulitan atau tidak mau mengenali perasaan, kebutuhan, dan sudut pandang orang lain.
  8. Sering merasa iri: Iri terhadap pencapaian orang lain atau sebaliknya, merasa bahwa semua orang iri padanya.
  9. Arogan: Menunjukkan sikap yang sombong, merendahkan, dan patronizing (menggurui).

Penyebab dan Penanganan Hingga saat ini, para ahli belum mengetahui secara pasti apa penyebab utama NPD. Namun, Cleveland Clinic menjelaskan bahwa kondisi ini kemungkinan dipicu oleh kombinasi genetika, pengalaman masa kecil yang buruk (seperti trauma, penolakan, atau pengabaian), hingga pola asuh yang terlalu memanjakan atau menuntut kesempurnaan. Faktor budaya yang terlalu menekankan individualisme juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan NPD.

Diperkirakan sekitar 0,5% hingga 5% orang di Amerika Serikat mengidap kondisi ini, dengan mayoritas (50% - 75%) penderitanya adalah laki-laki. Namun, angka ini bisa jadi fenomena gunung es karena banyak pengidap yang menyembunyikan perilaku narsistiknya (dikenal sebagai covert narcissism).

Cleveland Clinic menekankan bahwa tidak ada obat khusus untuk menyembuhkan NPD secara langsung. Pengobatan utama yang direkomendasikan adalah psikoterapi, seperti Terapi Perilaku Kognitif (CBT) atau terapi kelompok, yang bertujuan membantu pasien memahami emosi mereka dan memperbaiki cara mereka berinteraksi. Obat-obatan biasanya hanya diresepkan jika pengidap mengalami kondisi penyerta lain seperti depresi, kecemasan, atau gangguan suasana hati.

Mengenali tanda-tanda NPD sangat penting untuk memahami dinamika hubungan dan mendorong mereka yang terdampak baik pengidap maupun orang di sekitarnya untuk mencari bantuan profesional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....