Hepatitis pada Bayi Baru Lahir, Pentingnya Pencegahan sejak Dini
- 30 Jul 2026 06:08 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Hepatitis pada bayi baru lahir merupakan kondisi yang perlu mendapat perhatian karena dapat berdampak pada kesehatan hati hingga dewasa. Salah satu penyebab yang paling sering adalah infeksi virus hepatitis B yang ditularkan dari ibu kepada bayi selama kehamilan atau saat proses persalinan (WHO, 2024).
Bayi yang terinfeksi hepatitis B umumnya tidak menunjukkan gejala pada awal kehidupan. Namun, infeksi yang terjadi sejak lahir memiliki risiko tinggi berkembang menjadi hepatitis kronis. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa infeksi hepatitis B yang diperoleh pada masa bayi jauh lebih berisiko menjadi penyakit kronis dibandingkan infeksi yang terjadi pada usia dewasa (WHO, 2024).
Oleh karena itu, pencegahan menjadi langkah yang paling efektif. WHO merekomendasikan agar setiap bayi menerima vaksin hepatitis B sesegera mungkin setelah lahir, idealnya dalam waktu kurang dari 24 jam. Selanjutnya, bayi harus melengkapi seri imunisasi hepatitis B sesuai jadwal yang dianjurkan agar perlindungan terhadap virus terbentuk secara optimal.
Apabila ibu diketahui positif hepatitis B, bayi juga dianjurkan menerima Hepatitis B Immunoglobulin (HBIG) bersamaan dengan vaksin hepatitis B di lokasi penyuntikan yang berbeda. Kombinasi keduanya terbukti efektif menurunkan risiko penularan virus dari ibu kepada bayi.
Selain imunisasi, skrining hepatitis B pada ibu hamil menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan. Dengan mengetahui status infeksi sejak masa kehamilan, tenaga kesehatan dapat menentukan langkah yang tepat untuk melindungi bayi setelah lahir (Kementerian Kesehatan RI, 2024).
Orang tua juga perlu mengenali tanda-tanda yang memerlukan pemeriksaan medis, seperti kulit dan mata menguning yang berlangsung lama, urine berwarna gelap, feses pucat, bayi sulit menyusu, atau berat badan yang tidak bertambah sesuai usia. Meskipun gejala tersebut tidak selalu disebabkan oleh hepatitis, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Melalui skrining ibu hamil, pemberian vaksin hepatitis B dosis lahir, serta imunisasi lengkap, risiko penularan hepatitis B pada bayi dapat ditekan secara signifikan. Upaya ini menjadi investasi penting untuk melindungi kesehatan anak sejak hari pertama kehidupannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....