Wakatobi Bakal Terapkan Pelayanan Puskesmas Berbasis Klaster
- 27 Jul 2026 08:18 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Dinas Kesehatan Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai menerapkan transformasi pelayanan kesehatan di Puskesmas melalui sistem Integrasi Layanan Primer (ILP) sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 19 Tahun 2024.
Sistem tersebut membagi pelayanan kesehatan menjadi lima klaster agar layanan lebih terintegrasi, efektif, dan berfokus pada kebutuhan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wakatobi, Muliadin Anis mengatakan perubahan sistem pelayanan ini menjadi bagian dari reformasi layanan kesehatan primer yang diterapkan secara nasional. Hal itu disampaikannya saat Rapat Koordinasi di Aula Kantor Camat Kaledupa, Selasa 21 Juli 2026.
"Pelayanan Puskesmas kini tidak lagi berorientasi pada pembagian program, melainkan berdasarkan siklus hidup masyarakat. Melalui sistem klaster, pelayanan diharapkan lebih mudah diakses dan mampu menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat secara menyeluruh," ujarnya.
Muliadin menyebutkan, klaster pertama berfokus pada manajemen Puskesmas yang mengelola operasional, sumber daya manusia, keuangan, mutu pelayanan, sarana prasarana, hingga sistem informasi. Klaster kedua memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi, anak, dan remaja.
Sementara itu, klaster ketiga menangani pelayanan kesehatan bagi kelompok usia dewasa hingga lanjut usia. Klaster keempat bertugas melakukan pencegahan dan pengendalian penyakit menular, surveilans, kewaspadaan dini, serta kesehatan lingkungan.
"Klaster kelima mendukung seluruh layanan melalui pelayanan gawat darurat, rawat inap, kefarmasian, laboratorium, dan layanan penunjang lainnya," jelasnya.
Selain penerapan pelayanan berbasis klaster, Pemerintah Kabupaten Wakatobi juga tengah menyiapkan perubahan status seluruh Puskesmas menjadi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD). Dalam aturan baru tersebut, kepala Puskesmas merupakan pejabat fungsional kesehatan yang diberi tugas tambahan sebagai pimpinan Puskesmas.
Muliadin menerangkan, transformasi pelayanan tidak hanya menyangkut perubahan struktur organisasi, tetapi juga memperkuat upaya promotif dan preventif. Karena itu, seluruh Puskesmas didorong mengoptimalkan edukasi kesehatan dan pelayanan door to door agar masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan.
"Melalui pelayanan berbasis klaster ini, kami ingin memastikan setiap kelompok masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih komprehensif, terintegrasi, dan berkualitas," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....