Pemprov Sultra Perkuat Pencegahan Stunting lewat Aksi Bergizi di Bombana

  • 23 Jul 2026 08:01 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sultra menggelar Gerakan Cegah Stunting melalui Aksi Bergizi bagi anak sekolah di SMA Negeri 7 Bombana, Desa Waemputang, Kecamatan Poleang Selatan, Kabupaten Bombana, Selasa 21 Juli 2026 Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penurunan angka stunting melalui edukasi gizi, pembiasaan pola hidup sehat, serta peningkatan kesehatan remaja usia sekolah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, dr. Andi Edy Surahmat, mengatakan pelaksanaan Aksi Bergizi mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan serta Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dengan Menteri Kesehatan mengenai pelaksanaan Aksi Bergizi di lingkungan sekolah.

Menurutnya, Aksi Bergizi berfokus pada tiga kegiatan utama, yaitu konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri usia 12–18 tahun, sarapan sehat, dan aktivitas fisik selama 30 menit. Program tersebut diharapkan mampu membentuk kebiasaan hidup sehat sejak usia sekolah sebagai bekal menuju generasi yang sehat dan produktif.

"Sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga tempat membangun kebiasaan hidup sehat yang akan menjadi bekal sepanjang hayat," kata dr. Andi Edy Surahmat.

Ia menjelaskan, pembangunan kesehatan merupakan investasi dalam menciptakan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Namun, tantangan masih dihadapi dengan tingginya kasus balita gizi kurang, gizi buruk yang berpotensi menyebabkan stunting, serta masalah gizi pada ibu hamil.

Data Sigizikesga (e-PPGBM) hingga Mei 2026 menunjukkan prevalensi stunting di Kabupaten Bombana mencapai 27,75 persen atau tertinggi kedua di Sulawesi Tenggara setelah Kabupaten Buton Selatan. Sementara berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, prevalensi balita pendek dan sangat pendek di Bombana tercatat sebesar 24,7 persen. Poleang Selatan bahkan menjadi kecamatan dengan angka stunting tertinggi di Bombana, yakni 55,53 persen sehingga dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.

Dalam kegiatan tersebut dilakukan penyuluhan gizi seimbang, senam bersama, pemberian Tablet Tambah Darah kepada 100 siswi, Kick Off Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi peserta didik, penandatanganan komitmen Gerakan Sekolah Sehat, serta pemberian makanan tambahan kepada balita bergizi kurang dan ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Dr. Andi Edy Surahmat menegaskan keberhasilan pencegahan stunting tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata. Diperlukan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, keluarga hingga masyarakat untuk memastikan anak memperoleh gizi seimbang, imunisasi lengkap, pemantauan tumbuh kembang secara rutin, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Bombana Burhanuddin, unsur Forkopimda Kabupaten Bombana, Ketua TP PKK Kabupaten Bombana, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, serta jajaran organisasi perangkat daerah terkait. Melalui sinergi lintas sektor, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berharap percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih optimal demi mewujudkan generasi Sulawesi Tenggara yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....