Puncak Kemarau Juli-September, Ini Cara Jaga Kesehatan
- 21 Jul 2026 07:26 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim kemarau tahun ini akan berlangsung secara bertahap mulai Juli hingga September 2026. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyebut puncak kemarau pada Juli diperkirakan melanda 83 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 12,26 persen wilayah daratan Indonesia, dan kondisi ini diperkirakan meluas hingga mencakup hampir separuh wilayah daratan pada Agustus mendatang.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena, menjelaskan bahwa selain memicu ancaman kekeringan dan potensi kebakaran hutan dan lahan, cuaca yang kian panas juga berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, mulai dari risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
| Baca juga: Tips Menjaga Hidrasi Tubuh saat Cuaca Panas |
Menghadapi kondisi tersebut, sejumlah langkah sederhana dapat dilakukan masyarakat agar tubuh tetap bugar di tengah suhu udara yang meningkat. Pertama, membiasakan minum air secara berkala tanpa menunggu rasa haus muncul, karena rasa haus sejatinya sudah menjadi tanda tubuh mulai kekurangan cairan. Kedua, memperbanyak konsumsi buah dan sayur berkadar air tinggi seperti semangka, melon, mentimun, dan tomat sebagai pelengkap asupan cairan harian.
Masyarakat juga disarankan mengenakan pakaian yang longgar dan mudah menyerap keringat agar sirkulasi udara pada tubuh tetap lancar, serta membatasi aktivitas fisik berat pada saat matahari sedang terik di siang hingga sore hari. Paparan panas berlebihan diketahui dapat meningkatkan risiko kelelahan akibat panas hingga serangan panas atau heat stroke yang bisa berbahaya jika tidak segera ditangani.
Gejala seperti pusing, tubuh terasa lemas, atau sakit kepala saat cuaca panas perlu diwaspadai sebagai tanda awal kelelahan akibat panas maupun dehidrasi, dan aktivitas sebaiknya segera dihentikan bila gejala tersebut muncul. Sementara itu, pertolongan medis harus segera dicari apabila muncul gejala yang lebih berat, seperti kebingungan, muntah terus-menerus, atau penurunan kesadaran.
Di sisi lain, BMKG turut mengajak masyarakat untuk berhemat air selama musim kemarau berlangsung, termasuk menggunakan air secara bijak untuk keperluan mandi dan mencuci, serta memastikan keran air senantiasa tertutup rapat setelah digunakan guna mencegah pemborosan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....