Mengapa Pisang termasuk Buah yang Sedikit Radioaktif

  • 29 Jun 2026 10:07 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Pisang merupakan salah satu buah yang banyak dikonsumsi masyarakat karena kaya akan kalium dan berbagai nutrisi penting. Namun, tidak banyak orang mengetahui bahwa pisang ternyata mengandung zat radioaktif alami, meski dalam jumlah yang sangat kecil dan tidak berbahaya bagi kesehatan.

Dilansir dari Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat atau United States Environmental Protection Agency (EPA), pisang mengandung isotop alami kalium-40 (K-40), yaitu salah satu bentuk radioaktif dari unsur kalium yang secara alami terdapat di lingkungan. Karena kandungan tersebut, pisang sering dijadikan contoh dalam edukasi sains mengenai tingkat paparan radiasi yang sangat rendah.

Berdasarkan penjelasan dari lembaga penelitian nuklir Eropa, European Organization for Nuclear Research (CERN), jumlah radiasi dari satu buah pisang sangat kecil sehingga tidak menimbulkan dampak kesehatan. Bahkan, tubuh manusia juga secara alami mengandung kalium-40. Para ilmuwan menggunakan istilah Banana Equivalent Dose (BED) atau "dosis setara pisang" untuk membantu masyarakat memahami besarnya paparan radiasi dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut para ahli, seseorang harus mengonsumsi jutaan buah pisang dalam waktu singkat untuk mengalami dampak radiasi yang berbahaya, sesuatu yang secara praktis mustahil terjadi. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi buah ini karena manfaat gizinya jauh lebih besar dibandingkan paparan radiasi alaminya yang sangat kecil.

Fakta bahwa pisang mengandung zat radioaktif menunjukkan bahwa radioaktivitas tidak selalu identik dengan bahaya. Banyak unsur radioaktif alami yang terdapat di sekitar manusia dalam kadar yang aman dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari tanpa disadari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....