Vape dan Rokok Sama-Sama Berbahaya, Dokter Erik: “Beda Bentuk, Risiko Tetap Mengancam
- 16 Mei 2026 16:28 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari. - Peringatan Hari Kesehatan Sedunia (World Health Day) yang dirayakan secara global setiap tanggal 7 April menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai ancaman kesehatan, termasuk bahaya rokok dan vape yang kini semakin marak di kalangan remaja maupun orang dewasa.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Kepala Rumah Sakit PMI Sulawesi Tenggara, dr. Erik Syam, M.Biomed, dokter magister biomedik, menjelaskan bahwa baik rokok konvensional maupun vape tetap mengandung zat berbahaya yang dapat merusak organ tubuh, terutama paru-paru dan jantung. Menurutnya, perbedaan hanya terletak pada bentuk dan cara penggunaannya.
“Kalau rokok biasa menggunakan pembakaran tembakau, sementara vape memakai cairan yang dipanaskan menjadi uap. Tetapi keduanya tetap mengandung nikotin dan bahan kimia yang bisa membahayakan kesehatan,” ujar dr. Erik Syam, M.Biomed.
Ia menambahkan, penggunaan vape yang terus meningkat justru memicu kekhawatiran baru karena banyak pengguna merasa lebih aman saat menghisap vape dibanding rokok biasa. Padahal, cairan pada vape mengandung zat seperti nikotin, formalin, logam berat, hingga bahan perasa kimia yang dapat memicu gangguan pernapasan.
Menurut dr. Erik Syam, M.Biomed, rokok konvensional tetap menjadi penyebab utama berbagai penyakit kronis seperti kanker paru, penyakit jantung, stroke, hingga gangguan kehamilan. Sementara vape dinilai dapat menyebabkan iritasi paru, sesak napas, gangguan jantung, hingga kecanduan nikotin pada usia muda.
“Jangan tertipu asap yang wangi atau bentuknya yang modern. Vape maupun rokok sama-sama bisa merusak tubuh secara perlahan,” tambahnya.
| Baca juga: Cara Mengusir Tikus yang Efektif |
Fenomena penggunaan vape di kalangan anak muda pun dinilai semakin mengkhawatirkan. Selain dianggap tren pergaulan, penggunaan vape juga mudah menarik perhatian karena hadir dengan berbagai rasa buah dan desain modern.
Karena itu, Kepala Rumah Sakit PMI Sulawesi Tenggara, dr. Erik Syam, M.Biomed, mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mulai mengurangi bahkan menghentikan penggunaan rokok maupun vape demi menjaga kesehatan di masa depan.
“Paru-paru tidak bisa diganti seperti baterai. Sekali rusak, dampaknya bisa seumur hidup,” tutup dr. Erik Syam, M.Biomed.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....