Overstimulasi di Era Digital yang Semakin Padat
- 10 Mei 2026 00:39 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Arus informasi yang terus mengalir melalui media digital membuat banyak orang merasa cepat lelah secara mental. Kondisi ini dikenal sebagai overstimulasi, yaitu keadaan ketika otak menerima terlalu banyak rangsangan dalam waktu bersamaan.
Notifikasi, video singkat, pesan instan, hingga informasi yang terus berganti membuat otak bekerja tanpa jeda. Akibatnya, seseorang dapat merasa sulit fokus meski tidak melakukan aktivitas fisik yang berat.
Overstimulasi juga membuat individu lebih mudah merasa cemas dan emosional. Paparan informasi berlebihan dapat memicu kelelahan mental secara perlahan.
Menurut penelitian dalam jurnal Frontiers in Psychology, penggunaan media digital secara berlebihan berkaitan dengan meningkatnya stres dan menurunnya kemampuan konsentrasi. Kondisi ini semakin sering terjadi di tengah pola hidup yang serba cepat.
Gejala yang muncul dapat berupa sulit beristirahat, mudah terdistraksi, hingga merasa lelah setelah terlalu lama menatap layar. Dalam beberapa kasus, seseorang juga menjadi lebih sensitif terhadap suara dan lingkungan sekitar.
Kebiasaan berpindah dari satu informasi ke informasi lain tanpa jeda membuat otak sulit benar-benar tenang. Situasi ini menyebabkan tubuh tetap berada dalam kondisi siaga meski sedang beristirahat.
Mengurangi overstimulasi dapat dimulai dengan memberi jeda dari paparan digital. Membatasi waktu layar dan mengurangi notifikasi menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan.
Selain itu, aktivitas seperti berjalan santai, membaca tanpa distraksi, atau berada di alam terbuka membantu otak memulihkan fokus. Ruang tenang menjadi penting di tengah derasnya arus informasi.
Dengan demikian, overstimulasi menjadi tantangan baru di era digital modern. Menjaga keseimbangan antara koneksi digital dan waktu untuk diri sendiri menjadi kunci dalam menjaga kesehatan mental.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....